Akurat Logo

Uni Eropa Keluarkan Sanksi ke-21 untuk Rusia, 32 Bank Jadi Target dan Armada Bayangan Diburu

Fitra Iskandar | 23 Juli 2026, 16:08 WIB
Uni Eropa Keluarkan Sanksi ke-21 untuk Rusia, 32 Bank Jadi Target dan Armada Bayangan Diburu
Bendera Uni Eropa. Foto: Unsplash/Markus Spiske

AKURAT.CO Uni Eropa (UE) kembali memperketat tekanan terhadap Rusia dengan menyepakati paket sanksi terbaru yang menargetkan sektor perbankan, industri minyak dan gas, serta jaringan perdagangan energi Moskow.

Paket sanksi ke-21 tersebut disepakati pada Kamis dan menjadi langkah terbaru UE untuk menekan kemampuan Rusia dalam membiayai perang di Ukraina.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut kesepakatan tersebut dan menilai sanksi yang diberlakukan terus melemahkan fondasi ekonomi Rusia.

"Saya menyambut baik kesepakatan mengenai paket sanksi ke-21 terhadap Rusia. Pada saat Ukraina telah membangun momentum militer, sanksi kami terus melemahkan fondasi ekonomi dari upaya perang Rusia," kata von der Leyen melalui media sosial X.

32 Bank Rusia Masuk Daftar Larangan Transaksi

Salah satu poin utama dalam paket terbaru adalah penambahan 32 bank Rusia ke dalam daftar institusi yang dikenai larangan transaksi oleh Uni Eropa.

Langkah tersebut diperkirakan semakin membatasi akses lembaga keuangan Rusia terhadap sistem ekonomi Eropa dan mempersempit ruang gerak Moskwa dalam melakukan transaksi internasional.

Selain sektor perbankan, Uni Eropa juga menargetkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang mata uang kripto serta platform perdagangan minyak.

Kebijakan tersebut dirancang untuk menutup celah yang selama ini dapat digunakan Rusia untuk mempertahankan aktivitas perdagangan dan mengurangi dampak sanksi internasional.

UE Bekukan Penyesuaian Batas Harga Minyak Rusia

Uni Eropa juga mengambil langkah baru terkait mekanisme batas harga minyak Rusia.

Menurut von der Leyen, blok tersebut akan membekukan penyesuaian batas harga minyak Rusia selama satu tahun. Kebijakan ini bertujuan mencegah Moskow memperoleh keuntungan dari perubahan atau gejolak harga minyak di pasar global.

Pembatasan tersebut diharapkan dapat mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Rusia sekaligus membatasi pendapatan yang dapat digunakan untuk mendanai operasi militernya.

Sektor energi menjadi salah satu fokus utama sanksi Barat karena ekspor minyak dan gas merupakan sumber pendapatan penting bagi perekonomian Rusia.

Armada Bayangan Rusia Kini Jadi Target Sanksi

Untuk pertama kalinya, Uni Eropa juga memperluas sasaran sanksinya kepada kapal-kapal yang membantu operasi shadow fleet atau armada bayangan Rusia.

Istilah tersebut merujuk pada jaringan kapal yang diduga digunakan Rusia untuk mengangkut minyak dan komoditas lainnya guna menghindari pembatasan dan sanksi internasional.

Dengan menargetkan kapal-kapal yang mendukung armada tersebut, UE berupaya mempersempit kemampuan Rusia untuk menghindari sanksi dan tetap menjalankan perdagangan energi melalui jalur alternatif.

Langkah ini dinilai dapat meningkatkan tekanan terhadap jaringan logistik yang menopang ekspor energi Rusia.

UE Ambil Langkah Larang Pejuang Rusia Masuk Eropa

Selain sektor ekonomi dan energi, paket terbaru juga mencakup langkah yang berkaitan dengan keamanan.

Von der Leyen mengatakan Uni Eropa telah mengambil "langkah penting" menuju pelarangan secara resmi masuknya para kombatan Rusia ke wilayah Uni Eropa.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas tekanan politik dan keamanan terhadap individu yang terkait dengan konflik Rusia-Ukraina.

Namun, penerapan kebijakan tersebut masih memerlukan proses lebih lanjut sebelum dapat diberlakukan secara resmi.

Sanksi UE Makin Menekan Rusia

Paket sanksi ke-21 menunjukkan bahwa Uni Eropa masih berkomitmen menggunakan tekanan ekonomi sebagai instrumen untuk melemahkan kemampuan Rusia dalam melanjutkan perang di Ukraina.

Dengan menargetkan bank, perusahaan kripto, perdagangan minyak, hingga kapal yang terkait dengan armada bayangan, Brussels berusaha menutup semakin banyak jalur yang memungkinkan Rusia mempertahankan aktivitas ekonominya di tengah sanksi.

Langkah terbaru ini juga memperlihatkan bahwa perang Rusia-Ukraina tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di sektor keuangan, energi, perdagangan, dan diplomasi internasional.

Uni Eropa kini menghadapi tantangan untuk memastikan sanksi tersebut benar-benar efektif tanpa menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi negara-negara anggotanya sendiri.

Sementara itu, tekanan terhadap Moskwa diperkirakan akan terus meningkat seiring berlanjutnya konflik dan upaya negara-negara Barat untuk membatasi sumber pendanaan perang Rusia.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.