Akurat Logo

Trump Umumkan Perundingan AS-Iran Dimulai Hari Ini: Pilih Cari Kesepakatan, Alasannya Tidak Mau Membunuh Orang

Fitra Iskandar | 3 Agustus 2026, 10:35 WIB
Trump Umumkan Perundingan AS-Iran Dimulai Hari Ini:  Pilih Cari Kesepakatan, Alasannya Tidak Mau Membunuh Orang
Ilustrasi konflik AS-Iran. Foto: Ai Generated

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa perundingan baru antara Amerika Serikat dan Iran akan dimulai pada Senin (3/8/2026) waktu setempat. Pengumuman ini disampaikan setelah Trump memutuskan membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran demi memberi ruang bagi jalur diplomasi.

Berbicara kepada wartawan saat kembali ke Washington dari New Jersey pada Minggu (2/8), Trump mengatakan negosiasi akan dimulai pada Senin sore. Namun, ia tidak mengungkap lokasi pertemuan maupun siapa saja yang akan mewakili kedua pihak.

Sebelumnya, melalui platform Truth Social, Trump mengaku menerima permintaan dari Iran dan sejumlah negara Timur Tengah untuk menunda serangan militer agar proses penyelesaian konflik dapat diselesaikan melalui kesepakatan.

Menurut Trump, pembicaraan tersebut bertujuan mencapai pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan mengakhiri kebuntuan terkait program nuklir Iran.

Meski sebelumnya mendesak Teheran segera menyepakati perjanjian, Trump kali ini enggan menetapkan batas waktu bagi Iran.

"Saya lebih memilih mencapai kesepakatan. Saya tidak ingin membunuh orang karena dalam perang banyak orang akan meninggal, dan kami tidak menginginkan itu," kata Trump.

Ketegangan Belum Sepenuhnya Berakhir

Pernyataan Trump menjadi perkembangan terbaru setelah beberapa hari terakhir Amerika Serikat dan Israel dikabarkan bersiap melancarkan serangan besar terhadap Iran. Meski ancaman tersebut untuk sementara mereda, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih dinilai sangat rapuh.

Sejak konflik meningkat pada akhir Februari, serangan telah meluas dari kawasan Teluk hingga Laut Merah, bahkan menjangkau fasilitas di wilayah Mediterania. Di sisi lain, Iran masih membatasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelum konflik mengalirkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Gangguan terhadap jalur energi global itu sempat mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi di berbagai negara. Namun, seiring munculnya harapan tercapainya solusi diplomatik, harga minyak dunia turun lebih dari 4 persen pada awal perdagangan Senin.

Iran Perkuat Jalur Diplomasi

Di tengah rencana dimulainya perundingan, Iran juga meningkatkan komunikasi diplomatik dengan negara-negara kawasan.

Media pemerintah Iran melaporkan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir untuk membahas upaya meredakan ketegangan.

Kantor berita resmi IRNA juga melaporkan bahwa pembahasan antara Iran dan Oman mengenai pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.

Meski demikian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa pembicaraan tersebut hanya membahas jalur pelayaran alternatif dan tidak berkaitan langsung dengan keputusan membuka atau menutup Selat Hormuz.

Sebelumnya, Iran diketahui sempat menolak proposal Oman yang didukung sejumlah negara Teluk terkait mekanisme pengelolaan selat tersebut.

Israel Tegaskan Tetap Siap Menyerang

Di sisi lain, Israel menegaskan tidak akan mengendurkan tekanannya terhadap Iran meskipun proses diplomasi kembali berjalan.

Menteri Energi Israel Eli Cohen mengatakan negaranya terus melakukan koordinasi keamanan dan intelijen secara intensif dengan Amerika Serikat terkait perkembangan di kawasan.

Ia menegaskan bahwa Israel akan tetap bertindak apabila Iran kembali mengembangkan program nuklir atau mempercepat produksi rudal balistik.

"Dengan atau tanpa kesepakatan, jika Iran kembali melanjutkan program nuklir atau mengembangkan industri rudal balistiknya, kami akan bertindak dan melakukan serangan," ujar Cohen.

Pekan lalu, Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menggelar pertemuan di Washington untuk membahas berbagai opsi dalam menghadapi program nuklir Iran, mulai dari jalur diplomasi, tekanan ekonomi, hingga opsi militer. Sementara itu, pemerintah Iran terus membantah tuduhan bahwa mereka berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.