Akurat Logo

AS Alihkan 55 Kapal Komersial dalam Blokade Iran, 2 Kapal Dilumpuhkan

Fitra Iskandar | 10 Agustus 2026, 16:43 WIB
AS Alihkan 55 Kapal Komersial dalam Blokade Iran, 2 Kapal Dilumpuhkan
Ilustrasi Selat Hormuz - Yenisafak

AKURAT.CO Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah mengalihkan 55 kapal komersial sebagai bagian dari operasi untuk menegakkan blokade yang dipimpin Washington terhadap Iran.

Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM) juga menyebut dua kapal lainnya telah dilumpuhkan, sementara dua kapal komersial lain dinaiki dan diperiksa oleh pasukan AS dalam operasi maritim tersebut.

Namun, CENTCOM tidak mengungkap identitas kapal-kapal yang menjadi sasaran maupun menjelaskan secara rinci kondisi dan alasan di balik tindakan terhadap masing-masing kapal.

Operasi tersebut merupakan bagian dari pengerahan kekuatan maritim AS di kawasan Timur Tengah untuk menegakkan pembatasan terhadap aktivitas perdagangan yang berkaitan dengan Iran.

USS Ross Terlibat dalam Operasi

CENTCOM mengatakan personel Angkatan Laut AS saat ini beroperasi dari USS Ross, kapal perusak berpeluru kendali dengan nomor lambung DDG-71.

USS Ross menjadi bagian dari kekuatan maritim AS yang mendukung operasi militer Washington di Timur Tengah. Secara keseluruhan, lebih dari 20 kapal perang AS disebut telah dikerahkan ke kawasan tersebut untuk berbagai misi, termasuk mendukung pelaksanaan blokade terhadap Iran.

Pengumuman tersebut menunjukkan bahwa operasi AS tidak hanya berlangsung di udara dan darat, tetapi juga semakin menyasar jalur pelayaran komersial yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Iran.

Ketegangan AS-Iran Belum Sepenuhnya Berakhir

Operasi maritim terbaru berlangsung ketika hubungan Washington dan Teheran kembali berada dalam situasi tidak menentu.

Konflik terbaru antara kedua negara bermula pada Februari setelah AS dan Israel melancarkan kampanye militer bersama terhadap Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan serangkaian serangan drone dan rudal terhadap sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer AS.

Kedua pihak kemudian mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April.

Upaya diplomatik berlanjut pada Juni melalui memorandum kesepahaman yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri permusuhan dan membangun kerangka perdamaian jangka panjang antara Washington dan Teheran.

Namun, kesepakatan itu kemudian mengalami keruntuhan pada bulan lalu.

Hampir Dua Pekan Perang Kembali Berkobar

Runtuhnya kesepakatan tersebut memicu hampir dua pekan serangan baru antara AS dan Iran.

Presiden AS Donald Trump akhirnya memerintahkan penghentian bombardir setelah muncul laporan mengenai kontak diplomatik yang bertujuan meredakan kembali konflik.

Meski serangan udara skala besar telah dihentikan, operasi maritim AS menunjukkan bahwa tekanan terhadap Iran belum sepenuhnya berakhir.

Pengalihan 55 kapal komersial, pelumpuhan dua kapal, serta pemeriksaan terhadap dua kapal lainnya menjadi indikasi bahwa blokade terhadap Iran masih dijalankan secara aktif oleh pasukan AS.

CENTCOM belum memberikan informasi mengenai kewarganegaraan, muatan, tujuan perjalanan, maupun perusahaan pemilik kapal-kapal yang terkena tindakan tersebut.

Aktivitas tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di jalur pelayaran strategis Timur Tengah, terutama karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dan komoditas dunia.

Sumber: Yenisafak

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.