Akurat Logo

AS Siapkan Sanksi Belum Pernah Terjadi terhadap Iran, Blokade Selat Hormuz Berlanjut

Fitra Iskandar | 14 Agustus 2026, 08:13 WIB
AS Siapkan Sanksi Belum Pernah Terjadi terhadap Iran, Blokade Selat Hormuz Berlanjut
Selat Hormuz. Foto: BBC

AKURAT.CO Amerika Serikat bersiap menerapkan langkah ekonomi yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington akan mengumumkan kebijakan baru tersebut dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Bessent mengatakan langkah tersebut akan menjadi bagian dari strategi isolasi ekonomi terhadap Iran dengan skala yang belum pernah diterapkan terhadap negara lain.

“Perhatikan perkembangan ini karena akan ada lebih banyak pengumuman pekan depan,” kata Bessent dalam wawancara dengan program Rob Schmitt Tonight di Newsmax, Kamis.

Ia mengatakan Amerika Serikat akan menerapkan kombinasi tekanan ekonomi yang disebutnya belum pernah terlihat dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara.

AS Perketat Tekanan Ekonomi terhadap Iran

Menurut Bessent, kebijakan baru tersebut akan berjalan bersamaan dengan apa yang disebutnya sebagai kelanjutan blokade di Selat Hormuz.

“Ini akan menjadi kombinasi isolasi ekonomi seperti yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya, serta kelanjutan blokade di Selat Hormuz,” ujar Bessent.

Ia mengatakan langkah tersebut bertujuan membatasi aktivitas ekonomi Iran, termasuk pergerakan barang dan komoditas melalui pelabuhan-pelabuhan Iran.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia karena menjadi rute penting bagi pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk.

Setiap gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap pasokan energi dan harga minyak dunia.

JD Vance Sebut Harga Energi Jadi Prioritas AS

Pernyataan Bessent muncul tidak lama setelah Wakil Presiden AS JD Vance menjelaskan prioritas pemerintahan Washington dalam menghadapi Iran.

Dalam wawancara dengan Fox News, Vance mengatakan tujuan utama pemerintah AS adalah menjaga harga minyak dan gas tetap terjangkau bagi masyarakat Amerika.

Prioritas kedua, menurut Vance, adalah memastikan Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.