Akurat Logo

Seluruh SPAM di Wilayah Terdampak Gempa NTT Rusak, Pengungsi Kekurangan Air Bersih

Putri Dinda Permata Sari | 20 Agustus 2026, 21:18 WIB
Seluruh SPAM di Wilayah Terdampak Gempa NTT Rusak, Pengungsi Kekurangan Air Bersih
Anak-anak korban gempa NTT diberi ruang untuk tetap ceria.

AKURAT.CO Infrastruktur penyediaan air bersih di sejumlah wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan. Bahkan, seluruh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah terdampak disebut mengalami kerusakan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, kondisi tersebut membuat para pengungsi kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah pun menyiapkan langkah sementara untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat terdampak.

"Kalau air sih berat ya. Semua SPAM rusak, dan semua pengungsi mengeluh kekurangan air bersih," kata Dody kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut Dody, kerusakan cukup parah terjadi di Kabupaten Nagekeo, khususnya di ibu kota kabupaten, Mbay. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat karena banyak toko tidak dapat beroperasi.

"Nagekeo itu hampir enggak ada toko yang buka, semuanya tutup gitu. Karena kotanya sendiri, ibu kotanya, Kota Mbay itu hampir semuanya kena gitu," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dody menyebut warga harus menuju Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada, yang berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari Nagekeo.

"Jadi mereka kalau mau belanja pun harus lari ke Bajawa. Bajawa itu ibu kota Ngada, sekitar tiga jam lah dari Nagekeo. Jadi agak berat," katanya.

Pasok Air dengan Tangki

Dody mengatakan pemerintah belum melakukan pengeboran sumber air baru karena penanganan saat ini masih difokuskan pada kebutuhan darurat.

Baca Juga: Perkuat Kemitraan Indonesia-Jerman, Wamenkes dan Menteri Federal Jerman Tinjau Pabrik Bayer di Cimanggis

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.