Lo Kheng Hong Serbu Saham ABMM, Inilah Profil Lengkap Sang Investor!

AKURAT.CO Investor Lo Kheng Hong kembali menarik perhatian di pasar modal. Kali ini, ia menambah koleksi saham PT ABM Investama Tbk (ABMM), emiten di sektor energi yang fokus pada industri batu bara.
Langkah ini menegaskan keyakinannya bahwa saham ABMM kini dihargai sangat menarik dan memiliki potensi pertumbuhan laba yang signifikan.
Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, strategi investasi Lo Kheng Hong menjadi sorotan para pelaku pasar yang mencari peluang di tengah volatilitas harga saham.
Dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (15/2/2025), data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 11 Februari 2025, Lo Kheng Hong kini memegang sebanyak 150.158.000 lembar saham ABMM, setara dengan 5,45% dari total saham yang beredar.
Lantas, seperti apa profil dari investor cerdik bernama Lo Kheng Hong ini?
Baca Juga: Tips Jadi Orang Kaya Lewat Investasi, Ala Lo Kheng Hong
Profil Lo Kheng Hong
Lo Kheng Hong dikenal sebagai "Warren Buffett Indonesia" karena kesuksesannya dalam dunia investasi saham.
Ia merupakan salah satu investor individu terkaya di Indonesia yang berhasil meraih kekayaan dari strategi investasi jangka panjang.
Biodata Lo Kheng Hong
- Nama lengkap: Lo Kheng Hong
- Nama panggilan: Warren Buffett Indonesia
- Tempat, tanggal lahir: Kalimantan, 20 Februari 1959
- Zodiak: Pisces
- Pendidikan: Universitas Nasional - Sastra Inggris
- Pekerjaan: Investor saham
Perjalanan Karier Lo Kheng Hong
Lo Kheng Hong lahir dalam kondisi ekonomi yang kurang beruntung. Setelah lulus SMA, ia tidak bisa langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan finansial.
Demi bertahan hidup, Lo Kheng Hong bekerja sebagai pegawai administrasi di Overseas Express Bank. Namun, semangat belajarnya tidak pernah padam.
Pada usia 20 tahun, Lo Kheng Hong memutuskan untuk kuliah di Universitas Nasional, mengambil jurusan Sastra Inggris.
Selama kuliah dan bekerja, Lo Kheng Hong berusaha untuk membagi waktunya agar bisa seimbang antara pekerjaan serta belajar.
Di tengah kondisi keuangan yang pas-pasan, Lo Kheng Hong mulai menyisihkan sebagian kecil dari gajinya untuk berinvestasi saham.
Pada tahun 1989, Lo Kheng Hong membeli saham pertamanya di PT Gajar Surya Multi Finance Tbk, namun harus menjualnya dengan harga lebih rendah akibat kejatuhan harga saham.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga yang membuatnya semakin giat mempelajari pasar modal, laporan keuangan, dan strategi investasi.
Setelah 10 tahun bekerja di Overseas Express Bank, Lo Kheng Hong merasa kariernya stagnan tanpa kenaikan posisi.
Pada tahun 1990, Lo Kheng Hong pindah ke Bank Ekonomi, di mana setahun kemudian ia dipercaya sebagai Kepala Cabang.
Dengan gaji yang lebih besar, Lo Kheng Hong bisa mengalokasikan lebih banyak uang untuk investasi saham.
Keputusan besar terjadi pada tahun 1996, saat ia memutuskan pensiun dini untuk fokus penuh sebagai investor saham.
Keberhasilannya bukan hasil dari spekulasi sesaat, melainkan dari strategi value investing, dengan membeli saham perusahaan yang undervalued tetapi memiliki fundamental kuat.
Dengan ketekunan, kesabaran, dan strategi jangka panjang, Lo Kheng Hong berhasil mengubah modal kecil menjadi kekayaan miliaran rupiah.
Kini, Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor tersukses di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa siapapun bisa sukses di pasar saham dengan strategi dan disiplin yang tepat.
Saham dan Kekayaan Lo Kheng Hong
Kekayaan Lo Kheng Hong diduga mencapai lebih dari Rp2 triliun. Namun, informasi tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada informasi resmi mengenai total harta yang dimiliki LKH.
Sebagai investor tersukses di Indonesia, sebagian besar kekayaan Lo Kheng Hong berasal dari investasi saham di berbagai perusahaan.
Beberapa saham yang pernah memberikan keuntungan besar bagi Lo Kheng Hong antara lain:
1. MBAI (PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk):
Pada tahun 2005, Lo Kheng Hong membeli saham ini seharga Rp250 per lembar dan menjualnya di tahun 2011 dengan harga Rp31.500 per lembar, menghasilkan keuntungan hingga 12.500% atau 126 kali lipat dari harga awal.
2. PNLF (PT Panin Financial Tbk):
Lo Kheng Hong membeli saham ini saat harganya masih Rp100 per lembar, lalu mengakuisisi hingga 850 juta lembar saham senilai Rp85 miliar.
Dalam waktu 1,5 tahun, Lo Kheng Hong menjualnya dengan harga 2.6 kali lipat dari harga beli, memperoleh omzet sekitar Rp221 miliar dengan keuntungan mencapai Rp136 miliar.
3. RIGS (PT Rig Tenders Indonesia Tbk):
Saham ini dibeli seharga Rp800 per lembar dan dijual dalam waktu kurang dari setahun dengan harga Rp1.350 per lembar, menghasilkan keuntungan signifikan.
Selain itu, Lo Kheng Hong juga diketahui memiliki lebih dari 5% saham di beberapa perusahaan besar, seperti:
- PT Global Mediacom Tbk (BMTR): Memiliki 6.4% saham atau sekitar 1 miliar lembar, dengan nilai kepemilikan mencapai Rp286.9 miliar.
- PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN): Memegang 5.12% saham, setara dengan 203.9 juta lembar dengan nilai kepemilikan Rp62.8 miliar.
- PT Intiland Development Tbk (DILD): Memiliki 6.2% saham, sekitar 651.4 juta lembar, dengan nilai kepemilikan Rp100 miliar.
-PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL): Salah satu perusahaan yang juga masuk dalam portofolio investasinya.
Dengan strategi cerdas dan disiplin tinggi, Lo Kheng Hong terus membuktikan bahwa keberhasilan di pasar modal bukan hanya tentang keberuntungan, melainkan tentang ketekunan dan pemahaman mendalam terhadap perusahaan serta pasar saham.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










