Kurs Dollar AS Tembus Rp17.500 Hari Ini, Simak Dampaknya bagi Rupiah dan Harga Barang!

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan, Selasa (12/5), membuat harga kurs dollar AS di sejumlah bank besar Indonesia menembus level Rp17.500 per USD.
Berdasarkan data Google hingga pukul 11.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.509 per USD, sementara data Bloomberg mencatat kurs spot rupiah melemah 98 poin menjadi Rp17.512 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Google hingga pukul 11.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.509 per USD, sementara data Bloomberg mencatat kurs spot rupiah melemah 98 poin menjadi Rp17.512 per dolar AS.
Baca Juga: MPR Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, Junjung Tinggi Sportivitas dan Objektivitas
Harga Kurs Dollar AS Hari Ini
Sejumlah bank besar di Indonesia mulai menyesuaikan kurs dollar AS seiring tren penguatan mata uang tersebut terhadap rupiah. Nilai jual dollar di berbagai bank kini berada di kisaran Rp17.500 hingga Rp17.600 per USD.
BCA tercatat menawarkan kurs jual tertinggi, yakni Rp17.660 dengan kurs beli Rp17.360 per dolar AS. Sementara itu, OCBC NISP menetapkan kurs jual Rp17.616 dan kurs beli Rp17.338.
BRI dan BTN juga kompak mematok kurs jual di angka Rp17.615, meski kurs beli keduanya berbeda. Di sisi lain, Bank Mandiri dan BNI sama-sama menetapkan kurs jual Rp17.560, namun BNI menawarkan kurs beli yang lebih tinggi dibanding Mandiri.
Dampak Kurs Dollar AS Naik terhadap Rupiah
Kenaikan kurs dollar AS terhadap rupiah dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian dan harga berbagai kebutuhan masyarakat.
Saat nilai rupiah melemah, biaya impor barang dari luar negeri menjadi lebih mahal karena pembayaran dilakukan menggunakan dollar AS. Kondisi ini berpotensi membuat harga barang elektronik, gadget, bahan baku industri, hingga produk pangan impor ikut mengalami kenaikan.
Tidak hanya itu, sektor transportasi dan energi juga bisa terdampak karena beberapa kebutuhan seperti bahan bakar dan suku cadang masih bergantung pada impor. Akibatnya, biaya produksi dan distribusi dapat meningkat sehingga memicu kenaikan harga barang di pasaran.
Bagi masyarakat yang memiliki rencana liburan ke luar negeri, biaya perjalanan juga menjadi lebih mahal karena nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS. Selain itu, cicilan atau utang berbasis dollar ikut terasa lebih berat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





