Samsung Bakal Tambah Layanan AI untuk Galaxy S26, Termasuk OpenAI dan Perplexity

AKURAT.CO Samsung dikabarkan sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan berbagai layanan kecerdasan buatan (AI) pada seri Galaxy S26 yang dijadwalkan rilis awal 2026.
Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah integrasi fitur AI dari OpenAI, pembuat ChatGPT, serta Perplexity. Kedua layanan ini direncanakan akan menjadi pelengkap AI Gemini dari Google.
Sebelumnya, Samsung dikabarkan ingin mengganti Gemini dengan Perplexity sebagai asisten AI utama. Namun, laporan terbaru menyebut perusahaan justru ingin menghadirkan lebih dari satu pilihan AI dalam satu perangkat.
Baca Juga: Penggunaan AI di Dunia Kerja Meningkat 154 Persen dalam Tugas Kreatif
Presiden sekaligus COO Mobile eXperience Samsung, Choi Won-Joon, menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap berbagai mitra teknologi. Tujuannya adalah untuk memberikan opsi yang lebih luas bagi para pengguna.
"Perusahaan terbuka untuk agen mana pun di luar sana," ujarnya dalam wawancara, dikutip dari Gadgets360, Minggu (27/7/2025).
Kebijakan ini mengikuti tren sejumlah produsen smartphone lainnya. Misalnya, Motorola yang telah menggandeng Google, Microsoft dan Perplexity untuk memperkuat fitur AI di lini Moto AI mereka.
Kabarnya, Samsung hampir menandatangani kerja sama dengan Perplexity. Kerja sama tersebut bertujuan untuk menggantikan Gemini sebagai asisten AI pada Galaxy S26, penerus dari Galaxy S25.
Di sisi lain, Samsung baru saja merilis Galaxy Z Fold 7, Galaxy Z Flip 7 dan Galaxy Z Flip 7 FE awal bulan ini. Perangkat terbaru itu hadir dengan chip Snapdragon 8 Elite dan Exynos buatan internal Samsung.
Untuk Galaxy S26 mendatang, Samsung belum menentukan pilihan chipset yang akan digunakan. Perusahaan masih mempertimbangkan antara Exynos 2600 atau Snapdragon 8 Elite 2 dari Qualcomm yang rencananya dirilis September ini.
Samsung diprediksi akan bersaing ketat dengan Apple tahun depan seiring kabar peluncuran iPhone lipat pertama. Menariknya, analis menyebut Samsung Display berpeluang menjadi pemasok utama layar lipat tanpa lipatan untuk perangkat tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






