Industri Game Global Hadapi Gelombang PHK Baru, Biaya Produksi Jadi Beban Utama

AKURAT.CO Industri game global kembali diguncang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah sejumlah studio besar memangkas tenaga kerja di awal 2026.
Dalam laporan Reuters, analis industri menyebut lonjakan biaya pengembangan game modern sebagai faktor utama yang menekan profitabilitas, meskipun jumlah pemain secara global terus meningkat.
Studio game kini menghadapi tekanan dari anggaran pengembangan yang membengkak akibat tuntutan grafis tinggi, konten berkelanjutan, dan pemasaran global.
Mat Piscatella, analis industri game dari Circana, mengatakan bahwa biaya membuat game kelas atas kini tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatannya, sehingga banyak perusahaan terpaksa melakukan restrukturisasi untuk bertahan.
PHK ini mencerminkan perubahan struktural dalam industri game, dari model penjualan satu kali ke layanan berkelanjutan (live service). Banyak studio kesulitan menjaga pendapatan stabil ketika pemain mulai selektif dalam menghabiskan waktu dan uang.
Selain itu, persaingan ketat dari game gratis (free-to-play) membuat margin keuntungan semakin tertekan. Para pengamat menilai industri game masih akan tumbuh, tetapi dengan struktur yang lebih ramping dan fokus pada efisiensi.
Ke depan, keberhasilan studio tidak hanya ditentukan oleh popularitas game, melainkan kemampuan mengelola biaya jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






