Roblox Rilis Akun Anak dan Verifikasi Usia untuk Perkuat Keamanan

AKURAT.CO Roblox menghadirkan pembaruan baru dengan meluncurkan sistem akun berbasis usia serta fitur verifikasi umur. Syarat ini mulai diterapkan pada awal Juni untuk meningkatkan perlindungan pengguna muda di platform.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap keamanan anak di ruang digital. Roblox sebelumnya mendapat kritik karena dinilai belum cukup efektif melindungi pengguna muda dari potensi risiko.
Sebagai bagian dari pembaruan, Roblox memperkenalkan dua jenis akun baru, yakni Roblox Kids dan Roblox Select. Keduanya dirancang untuk membatasi akses konten sesuai dengan kelompok usia pengguna.
Akun Roblox Kids ditujukan bagi anak usia 5 hingga 8 tahun dengan akses hanya ke konten berperingkat rendah. Sementara itu, akun Roblox Select untuk usia 9 hingga 16 tahun dapat membuat akses ke konten dengan tingkat moderat.
Fitur komunikasi juga mengalami penyesuaian untuk menjaga keamanan. Obrolan dinonaktifkan secara default pada akun Kids dan dibuka secara terbatas pada akun Select dengan perlindungan tambahan.
Untuk memastikan akurasi usia, Roblox menerapkan sistem verifikasi yang bisa dilakukan pengguna. Alternatif lainnya, orang tua dapat menetapkan usia melalui akun yang ditautkan.
Jika pengguna tidak melakukan verifikasi usia, sistem akan otomatis mengklasifikasikan akun sebagai akun anak. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah akses ke konten yang tidak sesuai usia, sebagaimana dikutip dari laman resmi Roblox, Selasa (14/4/2026).
Proses verifikasi usia dilakukan melalui perusahaan pihak ketiga bernama Persona. Roblox memastikan data seperti foto dan video akan langsung dihapus setelah proses selesai dan mengikuti standar General Data Protection Regulation (GDPR).
Selain itu, sistem akan menyesuaikan kategori akun secara otomatis seiring pertambahan usia pengguna. Dengan demikian, pengguna tidak perlu membuat akun baru saat beranjak dewasa.
Meski dinilai meningkatkan keamanan, kebijakan ini juga memicu kekhawatiran terkait privasi. Sejumlah pihak menilai verifikasi usia berpotensi membatasi kebebasan berekspresi di platform digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum





