FAA Rekrut Gamer Jadi Pengendali Lalu Lintas Udara, Gaji Tembus Rp2,65 Miliar

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat mulai mengubah strategi rekrutmen pengendali lalu lintas udara dengan menyasar kalangan gamer. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab kekurangan tenaga di sektor penerbangan.
Kebijakan tersebut dilakukan melalui kampanye iklan baru yang diluncurkan Administrasi Penerbangan Federal (FAA). Rekrutmen dijadwalkan dibuka dalam waktu dekat.
Dalam iklan itu, FAA secara eksplisit mengajak para pemain video game untuk melamar. Visualnya memperlihatkan transisi dari aktivitas bermain game ke pekerjaan di menara kontrol.
Kampanye ini menekankan bahwa keterampilan gamer dapat diterapkan di dunia nyata. Kemampuan seperti refleks cepat dan pengambilan keputusan dinilai menjadi nilai tambah.
"Anda telah berlatih untuk ini," demikian narasi dalam iklan kampanye FAA tersebut.
Pesan tersebut menjadi inti strategi komunikasi FAA untuk menjangkau generasi muda. Mereka dinilai memiliki potensi besar yang belum tergarap optimal.
Selain itu, gamer dianggap terbiasa menghadapi situasi kompleks dengan tekanan tinggi. Hal ini mirip dengan kondisi kerja pengendali lalu lintas udara.
FAA juga menyoroti potensi penghasilan dalam profesi ini. Gaji pengendali bisa mencapai sekitar US$155.000 (sekitar Rp2,65 miliar) setelah tiga tahun bekerja.
Dikutip dari BBC, Rabu (15/4/2026), Menteri Transportasi AS, Sean P. Duffy, menyebut pendekatan ini sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan demografi tenaga kerja. Ia menilai generasi muda memiliki keterampilan teknis yang relevan.
Menurutnya, strategi rekrutmen harus mengikuti perkembangan tersebut. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan tenaga di masa depan.
Upaya ini melanjutkan kampanye serupa yang pernah dilakukan pada 2021. Saat itu, pemerintah menggunakan pendekatan berbasis dunia game dengan istilah 'level up'.
Di sisi lain, peran pengendali lalu lintas udara sangat krusial dalam menjaga keselamatan penerbangan. Mereka bertugas mengatur pergerakan pesawat agar tetap aman.
Namun, kekurangan tenaga masih menjadi masalah utama di sektor ini. Kebutuhan diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
FAA sebelumnya menargetkan sekitar 14.663 pengendali aktif, tetapi masih kekurangan sekitar 3.000 orang. Kondisi ini diperparah dengan proyeksi banyaknya tenaga yang akan pensiun sebelum 2028.
Serikat pekerja pengendali lalu lintas udara mendukung langkah ini selama standar keselamatan tetap dijaga. Mereka menilai pendekatan ke gamer bisa memperluas basis kandidat tanpa mengorbankan kualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum








