Kenali Protokol 5M 1S Untuk Hadapi Polusi Udara, Harus Waspada

AKURAT.CO Kementrian Kesehatan (Kemenkes) belum lama ini telah mengeluarkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah dampak polusi udara. Protokol ini pun menerapkan strategi 6M 1S yang diharapkan bisa dilakukan oleh masyarakat luas.
Apa Itu 6M 1S
Dikutip dari beberapa sumber, Jumat (1/9/2023), prokes 6M 1S meliputi :
- Memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau wibsite
- Mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah/kantor/sekolah/tempat umum disaat polusi udara tinggi.
- Menggunakan penjernih udara dalam ruangan.
- Menghindari sumber polusi dan asap rokok.
- Menggunakan masker saat polusi udara tinggi.
- Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
- Segera konsultasi daring/luring dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dr.dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS. menyampaikan bahwa dampak polusi udara sudah mulai terlihat. Berdasarkan data yang ada, terjadi peningkatan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama enam bulan terakhir di wilayah Jabodetabek.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Komite Penanggulangan Penyakit Pernapasan dan Dampak Polusi Udara Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR. Ia mengungkapkan bahwa pencemaran udara di DKI Jakarta telah meningkatkan jumlah kasus ISPA dan pneumonia dalam 10 tahun terakhir.
Sementara berdasarkan hasil survei dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) pada 2019, polusi udara menjadi faktor risiko kematian tertinggi kelima di Indonesia setelah tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, merokok, dan juga obesitas.
Sehingga, pemerintah mulai melakukan berbagai upaya untuk mencegah dampak polusi udara semakin meluas. Masyarakat pun diharapkan bisa menerapkan prokes 6M 1S dengan baik, terutama bagi mereka yang rentan terkena penyakit pernapasan (anak-anak, orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang pernah terkena penyakit pernapasan).
Penyakit yang disebabkan oleh polusi udara
1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Penyakit yang disebabkan oleh polusi udara yang pertama adalah ISPA. ISPA merupakan penyakit yang dapat menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bawah. Organ-organ yang biasa terkena ISPA antara lain hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.
2. Asma
Asma termasuk penyakit pernapasan kronis yang disebabkan oleh peradangan di saluran pernapasan. Salah satu gejala khas saat asma kambuh adalah sesak napas dan mengi (mengeluarkan bunyi seperti siulan saat bernapas).
Asma umumnya disebabkan oleh faktor genetik dan alergi. Udara yang tercemar berbagai jenis polutan pun bisa menjadi faktor pemicu asma.
3. Kanker paru
Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya sel abnormal yang tumbuh dengan cepat dan ganas pada organ tubuh manusia, salah satunya organ paru-paru.
Pertumbuhan sel atau jaringan abnormal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, termasuk dipengaruhi oleh polutan yang terhirup lewat pernapasan. Polutan berbahaya ini bisa mencapai paru-paru dan merusak sel-sel di dalamnya sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






