Benarkah Konsumsi Es Dapat Mengatasi Radang Tenggorokan? Ini Jawabannya

AKURAT.CO, Penyakit yang umum dialami masyarakat akibat polusi udara adalah radang tenggorokan.
Sebenarnya, selain radang tenggorokan, polusi udara juga dapat menyebabkan berbagai macam gejala kesehatan lain, seperti gangguan saluran pernapasan, ISPA (infeski saluran pernapasan atas), kanker paru-paru.
Baca Juga: Kenali Penyakit ISPA, Cek Penyebab Hingga Cara Mencegahnya
Selain karena polusi udara yang buruk, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh beberapa hal di luar penyakit, seperti banyak berbicara, luka bakar dari makanan panas, mulut yang sangat kering, dan tidur dengan mulut terbuka.
Apa itu radang tenggorokan?
Radang tenggorokan adalah nyeri atau iritasi tenggorokan yang dapat muncul ketika menelan atau tidak, disertai dengan infeksi, pilek atau flu.
Di Indonesia, radang tenggorokan atau faringitis sering kali disebut juga dengan istilah panas dalam.
Penyakit ini membuat tenggorokan terasa tidak nyaman, perih, kering, dan gatal yang membuat penderitanya juga mengalami kesulitan untuk makan, menelan, dan berbicara.
Infeksi virus yang umumnya menimbulkan radang tenggorokan adalah virus penyebab pilek dan flu. Namun, virus penyebab campak, cacar air, atau virus corona juga bisa mengakibatkan peradangan pada tenggorokan.
Cara mengatasi radang tenggorokan
Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang menduduki rangking ke 26 dengan polusi udara terburuk.
DINKES (Dinas kesehatan) menyampaikan, bahwa dalam satu bulan lebih ada 100.000 ribu warga Indonesia yang mengalami ISPA termasuk juga dengan radang tenggorokan. Yang mana hal ini disebabkan oleh polusi udara dan cuaca panas.
Ternyata salah satu cara untuk mengatasi radang tenggorokan adalah dengan mengonsumsi es batu. Cara ini juga dianjurkan oleh sebagian besar dokter luar negeri untuk menjadi alternatif dalam mengatasi nyeri tenggorokan.
Tentunya air es yang dikonsumsi merupakan es yang diproduksi dengan air yang steril.
Selain untuk mengatasi radang tenggorokan, dokter di Indonesia menyarankan untuk mengonsumsi es pada kondisi-kondisi tertentu, seperti pada pasien setelah menjalani tonsilektomi atau operasi amandel.
Baca Juga: 6 Penyebab Amandel Bengkak Yang Semakin Membesar
Tujuannya adalah untuk mengurangi radang pada area yang dibedah.
Selain es batu, banyak yang percaya bahwa es krim juga dapat menjadi alternatif dalam mengatasi radang tenggorokan.
Hal tersebut lantas dibenarkan oleh beberapa jurnal luar yang berbahasa inggris, yang menyatakan bahwa konsumsi es krim juga bisa menjadi alternatif untuk mengatasi nyeri tenggorokan.
Kesimpulannya, minum es ataupun mengonsumsi es krim dengan jumlah yang tidak terlalu banyak ketika radang tenggorokan, dapat menjadi alternatif untuk mengurangi rasa nyeri tenggorokan.
Akan tetapi pastikan es yang dikonsumsi itu, merupakan es yang terbuat dari air yang sudah dimasak ataupun air yang steril. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









