AKURAT.CO Berkeringat merupakan suatu proses vital dalam regulasi suhu tubuh manusia. Keringat adalah cara alami yang digunakan oleh tubuh untuk menjaga suhu tubuh dalam kisaran yang aman dan optimal.
Meskipun sering kali dianggap sebagai sumber ketidaknyamanan, terutama saat melakukan aktivitas maka tubuh akan basah akibat keringat. Padahal keringat adalah mekanisme yang sangat penting yang membantu tubuh menjaga keseimbangan termal.
Dalam beberapa kasus, ada lho tubuh seseorang yang memproduksi keringat dengan berlebihan walaupun tidak melakukan kegiatan apapun. Hal ini disebut dengan hiperhidrosis.
Baca Juga: 6 Penyebab Telapak Tangan Gatal, Salah Satunya Karena Diabetes
Apa Itu Hiperhidrosis
Hiperhidrosis adalah kondisi ketika seseorang mengalami keringat berlebihan di area tubuh tertentu, seperti ketiak, wajah, dan yang paling sering ditemukan adalah di telapak tangan dan kaki. Kondisi ini dapat terjadi tanpa alasan yang jelas, bahkan dalam situasi yang tidak memerlukan pendinginan tubuh. Dan hal ini dapat terjadi pada siapa saja.
Secara umum hiperhidrosis dibagi menjadi dua yakni:
- Hiperhidrosis primer
Kondisi ini prosuksi keringat yang berlebih hanya pada bagian-bagian tertentu saja.
- Hiperhidrosis sekunder
Keringat yang berlebih terjadi pada seluruh tubuh dan biasanya hyperhidrosis sekunder terjadi karena penyakit tertentu atau karena konsumsi obat-obatan tertentu.
Baca Juga: 5 Penyebab Bintik Air Di Tangan! Ini Dia Cara Mengatasinya
Dampak Hiperhidrosis
- Rasa tidak nyaman
Orang dengan hiperhidrosis sering merasa tidak nyaman karena keringat yang berlebihan. Ini dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari seperti berjabat tangan atau memegang benda.
- Iritasi kulit
Kulit yang sering terkena keringat berlebihan dapat menjadi iritasi dan meradang. Terutama pada kulit di bagian yang berlipat seperti ketiak.
Apakah Hiperhidrosis Berbahaya?
Dikutip dari beberapa sumber, Jumat (15/9/2023), hiperhidrosis disebabkan karena kelenjar keringat yang berada di daerah terentu lebih aktif atau lebih mudah terstimulasi oleh syaraf. Apalagi kalau dihadapkan dalam keadaan cemas, gelisah, stres emosional atau sedang di suhu panas.
Secara langsung, hiperhidrosis biasanya bukan kondisi yang berbahaya bagi kesehatan fifik seseorang kok! Selama tidak menimbulkan gejala-gejala lain, keringat di beberapa bagian tubuh juga tidak ada kaitannya juga dengan kesehatan jantung, paru-paru basah atau penyakit lainnya.
Meskipun begitu, kondisi ini pasti akan mengganggu aktivitas dan menimbulkan rasa yang tidak nyaman.
Salah satu cara menguranginya adalah dengan menggunakan lotion yang ada kandungan antiperspirant, yang di dalamnya ada almunium klorida yang menurut penelitian bermanfaat mengurangi produksi kelenjar keringat berlebihan, terutama pada area telapak tangan dan telapak kaki. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









