Gejala Hoarding Disorder, Kelainan Suka Menimbun Barang Dalam Jumlah Banyak

AKURAT.CO Hoarding Disorder merupakan gangguan pada manusia yang memiliki hobi untuk mengumpulkan barang-barang yang sudah rusak dalam jumlah banyak yang ditumpuk secara berantakan.
Gangguan tersebut akan bertambah buruk jika dibiarkan terus menerus karena berdampak pada kehidupannya yang memiliki tempat tinggal sangat berantakan.
Sebenarnya, barang-barang yang mereka simpan sama sekali tidak tak ada nilainya dan cenderung sudah tidak dipakai.
Namun, bagi mereka yang memiliki gangguan Hoarding Disorder akan menganggap bahwa barang tersebut sangat berharga sehingga harus disimpan.
Baca Juga: Hati-Hati Hoarding Disorder! Kondisi Sering Menimbun Barang Tak Terpakai
Mengutip berbagai sumber, Kamis (5/10/2023), berikut ini gejala Hoarding Disorder yang harus diwaspadai dan ditangani secepatnya sebelum menjadi kebiasaan yang sulit dilepas.
Gejala Hoarding Disorder
Tanda-tanda gangguan penimbunan barang tak terpakai sulit diabaikan, karena mereka yang menderita penyakit ini mungkin menghadapi kesulitan untuk membuang barang-barang yang tidak lagi mereka perlukan.
Bahkan, mereka juga bisa merasa terbebani dengan proses sederhana untuk membuat keputusan terhadap barang yang ingin dibuang sehingga membuatnya cemas.
Gejala Hoarding Disorder akan bertambah buruk saat penimbunan mulai mengganggu fungsi ruangan rumah hingga tercium bau menyengat.
Baca Juga: "Dibuang Sayang", Kenali Hoarding Disorder Yang Suka Nimbun Barang Tidak Guna
Dampak pada kehidupan sosial mulai terpinggirkan, mulai dari kamar tidur menjadi tidak nyaman, hingga dapur yang tidak berfungsi dengan baik.
Mereka yang mengalami hoarding disorder sering melarang orang lain membersihkan rumah mereka, karena mereka menganggap barang-barang itu adalah bagian penting dari diri mereka sendiri yang tidak boleh disingkirkan.
Sebenarnya belum ada penelitian yang mengungkap penyebab pasti dari Hoarding Disorder.
Namun, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu munculnya Hoarding Disorder, seperti gangguan mental seperti depresi, skizofrenia, atau OCD.
Cara yang paling tepat untuk menghindari gejala Hoarding Disorder adalah terapi perilaku kognitif dengan bantuan obat-obatan jikan mengalami kecemasan berlebih.
Baca Juga: Waspada! 3 Gangguan Mental Yang Kerap Terjadi Di Era Teknologi
Psikoterapi, juga dikenal sebagai terapi bicara, adalah pengobatan utama untuk gangguan hoarding disorder.
Cobalah cari profesional kesehatan mental atau terapis yang pernah mengobati gangguan penimbunan ini, jangan didiamkan dalam waktu lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








