Jangan Anggap Sepele Hoarding Disorder, Simak Dampaknya!

Hoarding Disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang mengumpulkan barang-barang dalam jumlah yang berlebihan dan memiliki kesulitan untuk membuangnya, bahkan jika barang tersebut tidak memiliki nilai atau kegunaan yang signifikan.
Orang dengan hoarding disorder sering merasa terikat secara emosional pada barang-barang tersebut dan cenderung mengabaikan dampak negatif dari kebiasaan tersebut pada kehidupan mereka.
Baca Juga: Gejala Hoarding Disorder, Kelainan Suka Menimbun Barang Dalam Jumlah Banyak
Mengapa Hoarding Disorder tidak boleh dianggap sepele?
Hoarding disorder adalah gangguan serius yang dapat berdampak signifikan pada kehidupan individu yang terkena dampak, serta pada lingkungan sekitarnya.
Dalam beberapa kasus, kondisi rumah yang sangat berantakan dan tidak higienis dapat mengakibatkan masalah kesehatan fisik yang serius, seperti infestasi serangga atau masalah pernapasan akibat kekotoran.
Selain itu, hoarding disorder dapat mengakibatkan isolasi sosial. Individu yang menderita gangguan ini sering merasa malu atau tidak nyaman dengan kondisi rumah mereka yang berantakan, sehingga mereka cenderung menghindari tamu atau interaksi sosial.
Penting untuk diingat bahwa hoarding disorder adalah gangguan mental yang memerlukan perhatian medis dan dukungan. Menyebutnya sebagai "kebiasaan menyimpan berlebihan" atau menganggapnya sepele tidak akan membantu individu yang menderita hoarding disorder. Sebaliknya, perlu lebih memahami kondisi ini dan bekerja sama untuk menyediakan bantuan yang diperlukan kepada mereka yang membutuhkannya.
Baca Juga: Hati-Hati Hoarding Disorder! Kondisi Sering Menimbun Barang Tak Terpakai
Pengobatan hoarding disorder melibatkan pendekatan multidisiplin yang mencakup dukungan medis, psikologis, dan sosial. Terapi kognitif-perilaku membantu individu untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang terkait dengan hoarding disorder. Terapi obat-obatan dapat membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi yang sering terkait dengan hoarding disorder.
Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan kelompok dukungan juga sangat penting dalam pemulihan individu dengan hoarding disorder. Selain itu, membantu individu untuk membersihkan dan mengorganisasi rumah mereka adalah bagian penting dalam pengobatan hoarding disorder.
Salah satu langkah penting dalam mengatasi hoarding disorder adalah mengakhiri stigma yang terkait dengan gangguan ini. Ketidakpahaman dan stigma sosial dapat membuat individu yang menderita hoarding disorder merasa malu atau terisolasi, yang dapat menghambat mereka dari mencari bantuan yang mereka butuhkan.
Dengan lebih memahami dan memberikan dukungan kepada mereka yang menderita hoarding disorder, seseorang dapat membantu mengurangi dampak negatif dari gangguan ini pada individu dan masyarakat secara keseluruhan. (Dani Zahra Anjaswari)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






