Kemarau di Musim Penghujan, Waspada Potensi Pancaroba di Indonesia

AKURAT.CO Meskipun sudah memasuki musim penghujan, kemarau masih terus berlanjut.
Karena itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode transisi dari musim kemarau ke musim hujan.
Baca Juga: Waduh, BMKG Umumkan Suhu Di 7 Kota Berikut Bisa Panas Mendidih, Di Mana Saja?
Pada masa peralihan ini, cuaca ekstrem berpotensi besar untuk terjadi karena arah angin yang sangat bervariasi, menyebabkan kondisi cuaca yang tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya.
Selain itu, penting untuk selalu mewaspadai kemungkinan bencana yang dapat terjadi. Hujan dapat memicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan disarankan untuk selalu waspada dan berhati-hati.
Selama periode transisi ini, penyakit juga dapat dengan mudah menyebar, mulai dari demam berdarah dengue (DBD), influenza/flu, nyeri sendi, chikungunya, asma, hingga gangguan pencernaan.
Oleh karena itu, disarankan untuk mengambil beberapa langkah pencegahan guna menghindari penyebaran berbagai penyakit selama periode transisi musim ini.
1. Mengkonsumsi makanan yang bergizi
Memerhatikan apa yang kita konsumsi dan memasukkan ke dalam tubuh merupakan hal yang sangat penting.
Karena sistem kekebalan tubuh kita memerlukan asupan makanan yang sehat untuk melawan penyakit. Dan makan makanan yang bergizi seimbang akan sangat memberikan kontribusi yang signifikan pada tubuh.
Kamu dapat memulainya dengan membiasakan diri mengonsumsi sayuran dan buah, serta hindari makanan cepat saji atau tinggi lemak
2. Minum yang cukup
Selain mengonsumsi makanan bergizi, penting juga untuk memerhatikan asupan cairan harian pada tubuh.
Pastikan agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan, karena hal ini dapat menyebabkan risiko dehidrasi.
Selain itu, kurangi konsumsi minuman bersoda, yang tinggi gula, atau kafein, karena dapat meningkatkan risiko perut kembung.
3. Tidur yang cukup
Kurangi begadang dan pastikan agar tubuh kamu selalu mendapatkan waktu istirahat yang cukup, dengan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam.
Karena saat kamu tertidur, tubuh akan memanfaatkan periode tersebut untuk melakukan pemulihan kritis dan memerbaiki fungsi-fungsi penting, termasuk sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: Musim Pancaroba Banyak Orang Sakit, ini Doa-doa Penting Hindari Segala Penyakit
4. Olahraga
Melakukan aktivitas fisik berguna untuk menjaga kesehatan tubuh secara efektif. Hal ini karena olahraga dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung sel-sel yang melawan infeksi.
Sebagai tambahan positif, endorfin yang dihasilkan dari olahraga juga dapat membantu mengurangi tingkat stres.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








