Apakah Karbohidrat Bikin Gemuk atau Malah Sehat? Ini Kata Ahli Diet

AKURAT.CO - Banyak yang percaya bahwa menghindari karbohidrat adalah kunci untuk penurunan berat badan, tetapi ahli diet menegaskan bahwa hal itu mungkin lebih merugikan daripada menguntungkan.
Dikutip eatingwell.com, Selasa (23/01/2024), Lauren Harris-Pincus, ahli diet, mengklarifikasi bahwa karbohidrat bukanlah musuh utama bagi berat badan. Kesalahpahaman muncul karena konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan rendah nutrisi.
Karbohidrat dapat ditemukan dalam biji-bijian, kacang-kacangan dan sayuran yang memberikan nutrisi esensial. Di sisi lain, karbohidrat sederhana dalam makanan olahan seringkali hanya memberikan kalori kosong.
Menurut Harris-Pincus, peningkatan berat badan tidak hanya terkait dengan jumlah kalori, tetapi juga jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan dengan protein, serat dan lemak sehat dapat membantu mengontrol nafsu makan, sementara makanan ultra-olahan dapat menyebabkan konsumsi kalori berlebihan.
Tinjauan penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam penurunan berat badan antara diet rendah karbohidrat dan karbohidrat seimbang. Penting untuk memilih karbohidrat berkualitas untuk mencapai tujuan berat badan yang sehat.
Karbohidrat adalah sumber energi utama dan memberikan keuntungan seperti kontrol glukosa dan insulin, serat, serta energi untuk aktivitas sehari-hari. Harris-Pincus menyarankan agar fokus ditempatkan pada penambahan karbohidrat kaya serat ke dalam pola makan, seperti buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan.
Karbohidrat tidak hanya faktor tunggal penambahan berat badan dan jenis karbohidrat serta asupan kalori keseluruhan memainkan peran. Mengonsumsi karbohidrat berkualitas dapat mendukung penurunan berat badan dan menghindari makanan ultra-olahan disarankan.
Dengan menjaga keseimbangan nutrisi dan memilih karbohidrat yang tepat, individu dapat mencapai tujuan berat badan mereka tanpa harus sepenuhnya menghilangkan karbohidrat dari pola makan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








