Akurat
Pemprov Sumsel

Hari Gizi Nasional 2024, Berikut Sejarah, Tema hingga Mengenal Sosok Bapak Gizi Indonesia

Sultan Tanjung | 25 Januari 2024, 14:17 WIB
Hari Gizi Nasional 2024, Berikut Sejarah, Tema hingga Mengenal Sosok Bapak Gizi Indonesia

AKURAT.CO Sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dalam menjaga kesehatan, Indonesia secara berkala merayakan Hari Gizi Nasional (HGN).

Menurut informasi dari situs Sehat Negeriku Kemenkes, perayaan Hari Gizi Nasional dilakukan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia melalui berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada tanggal 25 Januari 1951.

Sejak saat itu, pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi Indonesia, dan akhirnya diputuskan bahwa Hari Gizi Nasional akan diperingati setiap tanggal 25 Januari.

Perkembangan ilmu gizi di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari kontribusi besar Prof. Poorwo Soedarmo, yang diakui sebagai Bapak Gizi Indonesia.

Berkat upayanya dalam mengadvokasi pola makan sehat, gizi seimbang, dan edukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dalam pencegahan penyakit, Prof. Poorwo Soedarmo telah memberikan dampak positif dalam bidang gizi.

Hari Gizi Nasional menjadi momentum penting untuk mengajak semua pihak, mulai dari individu, keluarga, hingga lembaga pemerintah, untuk bersama-sama mengatasi masalah gizi di Indonesia.

Pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-64 Tahun 2024, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengangkat tema “MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting” dengan slogan “MP-ASI Berkualitas untuk Generasi Emas”.

Baca Juga: Makanan Penuh Gizi untuk Membangun dan Menjaga Kesehatan Otot

Pemilihan tema ini sangat relevan dengan kondisi gizi saat ini, terutama masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia.

Penting untuk dicatat bahwa saat memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), bayi tetap diberikan ASI.

Awal pemberian MP-ASI sebaiknya dilakukan sejak dini dengan memberikan protein hewani yang mencukupi.

Protein hewani mengandung asam amino esensial lebih lengkap bagi tubuh dibandingkan dengan sumber protein nabati.

Kualitas protein yang baik meningkatkan kadar insulin sebagai mediator pembentukan matriks tulang, sehingga konsumsi protein hewani dapat berkontribusi pada pertumbuhan optimal anak.

Sumber protein hewani dapat diperoleh dari daging sapi, daging ayam, hati sapi, berbagai jenis ikan, telur, dan susu.

Melalui peringatan Hari Gizi Nasional ke-64 ini, harapan kedepannya adalah agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menerapkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) kaya protein hewani untuk mencegah stunting dan menciptakan generasi emas Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.