Akurat
Pemprov Sumsel

Polo Srimulat Meninggal karena Penyakit Paru-paru, Ini Kebiasaan Pemicunya

Iwan Gunawan | 7 Maret 2024, 21:56 WIB
Polo Srimulat Meninggal karena Penyakit Paru-paru, Ini Kebiasaan Pemicunya

AKURAT.CO Komedian Christian Barata Nugroho atau dikenal dengan Polo Srimulat meninggal dunia pada Rabu (6/3/2024).

Polo Srimulat mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Ana Medika, Bekasi, Jawa Barat.

Putra mendiang Polo Srimulat mengatakan bahwa sang ayah meninggal karena sakit paru-paru yang sudah diderita sejak lama.

Kondisinya sempat membaik selama tujuh hari terakhir, hingga pada Rabu pagi kemarin Polo Srimulat mengalami batuk sampai mengeluarkan darah.

Menurut sang putra, Polo Srimulat sudah dua kali dibawa ke rumah sakit karena penyakit paru-paru.

Bahkan mendiang kerap bolak balik ke rumah sakit karena kondisi paru-parunya kurang baik.

Jenazah Polo Srimulat dimakamkan di Madiun, Jawa Timur.

Baca Juga: Awas! Rokok Elektrik Tingkatkan Risiko Penyakit Paru-paru

Lantas, apa kebiasaan yang menyebabkan penyakit paru-paru?

Dikutip dari Lompoc Valley Medical Center, Kamis (7/3/2024), penyakit paru-paru merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat.

Untuk itu, diperlukan perawatan secara telaten untuk mengurangi risiko kondisi tersebut.

Berikut kebiasaan yang menyebabkan penyakit paru-paru:

1. Merokok

American Lung Association mengatakan, merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru dan COPD.

Rokok dapat mempengaruhi jaringan di paru-paru sehingga tidak dapat bekerja dengan optimal.

FDA melaporkan bahwa setiap isapan rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia termasuk karbon monoksida.

Hal ini membuat karbon monoksida menggantikan oksigen dalam darah sehingga menyebabkan organ menerima lebih sedikit oksigen.

Saat merokok dan menggunakan produk tembakau lainnya, semua bahan kimianya masuk ke aliran darah di seluruh tubuh.

Ketika bernapas, paru-paru mengantarkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Apabila merokok, maka akan mengurangi kemampuan paru-paru untuk melakukan tugas penting ini.

FDA menambahkan bahwa asap rokok dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang tidak dapat disembuhkan.

Merokok bahkan dapat merusak rambut-rambut kecil di saluran napas yang disebut silia. Silia membantu menjaga kotoran dan lendir keluar dari paru-paru, sehingga jika silia rusak kemungkinan besar penderita akan mengalami batuk terus menerus.

Baca Juga: Pembersih Kimia Bisa Jadi Pemicu Penyakit Paru-Paru

2. Sering Terpapar Polutan

Berbagai macam polutan di dalam dan ruangan dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Contoh polutan yang membahayakan paru-paru antara lain perokok pasif, radon dan kabut asap.

Bedasarkan penelitian tahun 2016 yang diterbitkan dalam Current Opinion in Pulmonary Medice, polusi udara mempengaruhi 9 dari 10 orang yang tinggal di daerah perkotaan.

Laporan tersebut menambahkan bahwa paparan polusi udara merupakan faktor utama yang menyebabkan kematian terkait paru-paru.

Sebisa mugkin kurangi paparan terhadap polutan di dalam dan luar ruangan. Kenakan alat pelindung di tempat kerja agar tidak kekurangan udara bersih.

Gunakan alat uji radon untuk menguji radon di rumah. Perhatikan ramalan cuaca dan jangan berolahraga di luar saat udara terlalu berkabut.

Jika tinggal bersama seseorang yang merokok, mintalah mereka merokok di luar ruangan.

3. Tidak Berolahraga Secara Teratur

Olahraga dapat membantu memperkuat paru-paru. Aktivitas ini dapat membantu tubuh menjadi lebih baik dalam memasukkan oksigen ke dalam aliran darah dan mengirimkannya ke otot.

Latihan tertentu juga dapat memperkuat diafragma dan otot di antara tulang rusuk sehingga mudah ketika bernapas.

Jika tidak berolahraga secara teratur, kemungkinan akan mengalami kesulitan bernapas saat beraktivitas.

Usahakan untuk melakukan kombinasi latihan aerobik dan latihan otot. Contoh aktivitas aerobik yang baik untuk paru-paru adalah lari, berenang, jalan kaki, dan bersepeda.

Selain itu juga bisa melakukan serangkaian latihan pernapasan untuk meningkatkan fungsi paru-paru. Dua latihan yang bisa dilakukan adalah pernapasan bibir dan pernapasan perut. Lakukan latihan setidaknya selama 5-10 menit setiap hari.

4. Postur Tubuh yang Buruk

Saat membungkuk atau membungkuk ke depan, paru-paru memiliki lebih sedikit ruang untuk mengembang.

Seiring waktu, postur tubuh yang buruk dapat menyulitkan paru-paru mengambil cukup oksigen dan mengirimkannya ke organ tubuh.

Postur tubuh yang buruk juga dapat mengganggu pola pernapasan. Hal ini dapat menyebabkan pernapasan pendek sehingga sedikit oksigen yang masuk ke dalam tubuh.

Hal ini dapat melemahkan paru-paru apabila terus terjadi dalam jangka panjang.

5. Makanan Tidak Sehat

Pola makan tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan peradangan di seluruh tubuh termasuk paru-paru. Gejala umum radang paru-paru adalah mengi, batuk dan kesulitan bernapas.

Selain itu, penderita akan merasa sangat lelah setelah berolahraga atau merasakan sesak di bagian dada.

Maka dari itu, mulai konsumsi makan yang mengandung gula. Berhenti mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan berlemak seperti ayam goreng, donat dan daging olahan.

Ubah pola makan dengan mengonsumsi lebih banyak buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, ikan dan unggas.

Serat juga dapat membantu Anda meningkatkan kesehatan paru-paru.

Menurut penelitian tahun 2016 yang diterbitkan dalam Annals of the American Thoracic Society, orang yang mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi cenderung memiliki fungsi paru-paru yang paling tinggi. Mereka juga terbukti memiliki fungsi paru-paru paling normal.

Oat, kacang-kacangan, apel, pir dan pasta gandum adalah beberapa dari banyak makanan sehat yang kaya serat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Iwan Gunawan
W
Editor
Wahyu SK