Berkurangnya Gerakan Janin Jadi Tanda Negatif Segera Cek ke Dokter Terdekat
AKURAT.CO Biasanya, ibu hamil akan mulai memperhatikan pergerakan bayinya antara minggu ke 16 hingga minggu ke 20 kehamilannya. Hal ini meningkat hingga minggu ke 32. Sejak saat itu, pergerakan janin cenderung stabil, namun tidak menurun.
Usia kehamilan saat pasien mulai merasakan gerakan bervariasi paling lambat 24 minggu.
“Saat pasien mulai merasakan gerakan janin, gerakan tersebut harus terus dirasakan setiap harinya,” kata Dr. Whelan, seraya menambahkan bahwa kualitas dan kuantitas gerakan dapat berubah seiring dengan berlanjutnya kehamilan.
Baca Juga: Bumil Stres? Ini Yang Akan Terjadi Pada Janin
Mewaspadai gerakan janin dikatakan sebagai bentuk pemantauan janin yang paling dasar. Hal tersebut penting karena dapat memberikan wawasan tentang kesejahteraan mereka, kata Victoria Whelan, MD , seorang dokter kandungan Universitas Washington di Rumah Sakit Barnes-Jewish di St. Louis.
“Penurunan pergerakan janin penting untuk diperhatikan karena hal ini dapat menandakan adanya perubahan negatif dalam kehamilan.”
Catherine Caponero, DO, dokter kandungan di Klinik Cleveland, setuju, menjelaskan bahwa penurunan gerakan dapat mendorong penyedia layanan kesehatan Anda untuk melakukan tes yang diperlukan yang dapat membantu Anda dan janin.
“Tes-tes ini dapat membantu tim medis menentukan apakah aman untuk melanjutkan kehamilan atau diperlukan intervensi lebih lanjut,” katanya.
Para ahli setuju. Berkurangnya pergerakan janin dapat mengkhawatirkan dan harus selalu ditanggapi dengan serius. Mereka memberikan alasan mengapa memantau pergerakan janin sangat penting bagi semua orang hamil.
Baca Juga: Ilmuwan Tiongkok Kembangkan Rahim Buatan dan Robot Perawat Janin dengan Teknologi AI
Secara umum, gerakan janin didefinisikan sebagai setiap tendangan, kepakan, desiran, atau gerakan berguling yang Anda rasakan di dalam rahim.
Hal ini tentunya dapat berubah-ubah intensitas dan frekuensinya sepanjang kehamilan seiring dengan semakin matangnya janin.
Aktivitas tersebut dapat berhubungan dengan berbagai gerakan janin, termasuk membungkuk, cegukan, dan meregangkan tubuh, jelas Lilit Baldjyan Sarkissian, RN, MSN, CNM, salah satu pendiri Los Angeles Midwives.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





