HEBOH Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Ternyata Bisa Sebabkan Ini pada Manusia

AKURAT.CO Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan kabar efek samping vaksin AstraZeneca yang digunakan untuk menangkal virus Covid-19.
Efek samping vaksin AstraZeneca kabarnya dapat menyebabkan pembekuan darah bagi penerima suntikan vaksin itu.
Perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin tersebut dengan merek Covishiled itu lantas mengakui efek samping vaksin AstraZeneca.
Baca Juga: Viral Pramugari Bella Damaika Diduga Pindah ke Maskapai Ternama, Pihak Garuda Indonesia Buka Suara
Menurut perusahaan itu efek samping yang dapat ditimbulkan termasuk pembekuan darah dan jumlah trombosit yang rendah.
Tidak hanya itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa Covishield dapat menimbulkan efek samping yang mengancam jiwa.
"Efek samping sangat langka yang disebut Sindrom Trombosis dengan Trombositopenia, melibatkan kejadian pembekuan darah yang tidak biasa dan parah terkait dengan jumlah trombosit rendah, telah dilaporkan setelah vaksinasi dengan vaksin ini," ungkap WHO, dikutip Senin (6/5/2024).
Baca Juga: Abidzar Dijodokan dengan Irish Bella, Usulan Umi Pipik?
Dewan Organisasi Ilmu Kedokteran Internasional menambahkan bahwa efek samping yang sangat jarang ini dilaporkan terjadi pada kurang dari 1 dalam 10 ribu kasus.
Sejumlah penelitian selama pandemi menunjukkan bahwa Covishield memiliki efektivitas sebesar 60 hingga 80 persen dalam melindungi penerima vaksinnya terhadap jenis virus corona baru.
Namun, beberapa penelitian menemukan bahwa Covishield dapat menyebabkan risiko pembekuan darah yang dapat berakibat fatal.
Dikutip dari The Independent, gugatan class action diajukan di Inggris mengklaim bahwa vaksin Covishiled dapat menyebabkan kematian dan cedera parah.
Baca Juga: PBB Menuduh Israel Tolak Akses Bantuan ke Gaza Ketika Krisis Kelaparan Semakin Mengahantui
Para penggugat meminta ganti rugi hingga 100 juta poundsterling atau sekitar Rp2,01 triliun untuk sekitar 50 korban.
Salah satu penggugat dilaporkan menuduh vaksin tersebut sbagai penyebab cedera otak permanen yang dideritanya setelah pembekuan darah.
Akibat cedera tersebut, penggugat mengaku tidak bisa kembali bekerja.
Baca Juga: Gerindra Optimis Satukan Megawati, SBY, dan Jokowi di Presidential Club: Jangan Manas-manasin
Meskipun AstraZeneca telah membantah klaim ini, pihaknya sempat mengakui bahwa dalam kasus yang sangat jarang terjadi dapat menyebabkan Sindrom Trombosis dengan Trombositopenia atau TTS.
Hal tersebut ditandai dengan pembekuan darah dan trombosit darah rendah pada manusia.
Efek samping tersebut diungkapkan dalam salah satu dokumen di pengadilan.
Baca Juga: VIRAL TikTokers Bima Soroti Tawaran Jadi Buzer Bea Cukai: Rate Card Aku Rp100 Juta!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








