Waspada! Ini Bahaya Virus Oropouche yang Sebabkan Kematian di Brasil Akibat Gigitan Nyamuk

AKURAT.CO Virus Oropouche termasuk salah satu jenis virus yang pertama kali diidentifikasi di Amerika Selatan, khususnya di Brasil, dan terutama ditularkan melalui gigitan serangga, seperti nyamuk Culex.
Virus Oropouche termasuk dalam genus Orthobunyavirus dari famili Peribunyaviridae, yang diketahui memiliki dua siklus penularan, yakni silvatik dan epidemik.
Virus Oropouche menyebar ke primata, kungkang, dan mungkin burung selama siklus silvatik, tetapi vektor penyebarannya belum diketahui.
Selama siklus epidemik, manusia berfungsi sebagai inang utama, dan virus menyebar melalui gigitan nyamuk.
Dikutip berbagai sumber, Rabu (30/7/2024), virus Oropouche ini sering disamakan dengan penyakit demam berdarah (DBD) karena sama-sama muncul setelah digigit nyamuk yang terinfeksi.
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai bahaya virus Oropouche yang tidak langsung ditangani oleh ahlinya, karena sudah pernah menyebabkan kematian di Brasil.
Bahaya Virus Oropouche
Sebenarnya, tidak ada bukti bahwa virus Oropouche dapat menular dari manusia ke manusia, karena penyebab awalnya adalah gigitan nyamuk.
Setelah digigit nyamuk yang terinfeksi, gejala penyakit ini biasanya muncul empat hingga delapan hari kemudian. Gejalanya sangat mirip dengan demam berdarah.
Mereka yang terinfeksi akan mengalami gejala secara tiba-tiba seperti demam, sakit kepala, sendi kaku, nyeri, menggigil, dan mual dan muntah, yang dapat bertahan selama lima sampai tujuh hari.
Baca Juga: Virus Oropouche Disebut Membahayakan bagi Manusia, Amalkan Doa Ini agar Terhindar dari Virus
Meskipun kasus yang parah jarang terjadi, namun kebanyakan pasien juga dapat mengalami pendarahan dan meningitis aseptik.
Sebagian besar orang sembuh dalam waktu tujuh hari, tetapi beberapa orang juga memerlukan berminggu-minggu untuk pulih.
Sampai saat ini, belum ada obat antivirus atau vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit virus Oropouche, sehingga masih ada kemungkinan terburuk bisa menyebabkan kematian.
Namun, ada beberapa cara untuk mencegah hal ini terjadi. Salah satu cara untuk mencegah populasi nyamuk yang semakin banyak adalah dengan mengurangi tempat mereka berkembang biak.
Masyarakat bisa mencoba menghilangkan genangan air di sekitar rumah agar menghambat nyamuk yang cepat berkembang biak.
Upaya tersebut yang akan mengurangi jumlah nyamuk dewasa yang ada di tempat kita tinggal, sehingga kecil kemungkinan terkena virus Oropouche.
Selain itu, kamu juga bisa melindungi diri dengan menggunakan kelambu, alat pengusir nyamuk, pakaian yang dilapisi, dan obat antinyamuk.
Itulah penjelasan tentang bahaya virus Oropouche yang saat ini menjadi ancaman masyarakat dunia, karena sudah ada kematian pertama di Brasil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







