AKURAT.CO Virus yang menyebabkan Monkeypox (mpox), sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, pertama kali ditemukan pada akhir 1950-an. Namun, dalam tiga hingga empat tahun terakhir, virus ini lebih mudah menular di antara manusia.
Mpox, meski dikenal sebagai cacar monyet, sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan monyet. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada monyet laboratorium di Denmark, tetapi monyet bukanlah inang utama virus ini.
Kemungkinan besar, mpox berasal dari hewan pengerat, meski ini belum terbukti secara pasti. Pada 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengganti nama virus ini menjadi mpox untuk mengurangi stigma.
Dalam beberapa tahun terakhir, mpox menunjukkan kemampuan untuk menyebar lebih cepat di antara manusia, terutama di wilayah Afrika seperti Republik Demokratik Kongo (DRC).
Pada Agustus 2024, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat atas varian baru mpox yang menyebabkan peningkatan kasus dan kematian.
Dikutip dari Bbc.com, Jumat (23/8/2024), WHO juga menyatakan lonjakan mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional.
Bagaimana Mpox Menular?
Mpox menular melalui kontak fisik yang dekat, berbeda dengan Covid-19 yang menyebar lewat udara. Virus ini dapat menular melalui kontak dengan lesi, keropeng atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi.
Mpox bisa sangat menyakitkan dan melemahkan, meski tingkat kematian untuk varian yang lebih umum relatif rendah.
Gejala awal termasuk demam, sakit kepala dan nyeri otot, yang kemudian diikuti oleh ruam yang menyebar ke berbagai bagian tubuh. Masa inkubasi virus ini biasanya 6 hingga 13 hari.
Mutasi dan Evolusi Mpox
Mpox adalah virus yang relatif stabil karena memiliki DNA ganda, sehingga kecil kemungkinannya untuk bermutasi menjadi varian yang lebih mematikan.
Namun, beberapa mutasi yang telah terjadi menunjukkan kemampuan virus ini untuk menyebar lebih efisien di antara manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









