Apa Itu Child Grooming dalam Kasus Video Mesum Guru dan Siswa di Gorontalo?

AKURAT.CO Kasus video mesum yang melibatkan seorang guru dan siswa di sebuah madrasah setingkat SMA di Gorontalo memicu kemarahan publik, dan kini disorot sebagai kasus grooming.
Dalam konteks ini, grooming merujuk pada tindakan manipulatif yang dilakukan guru terhadap siswanya.
Penyidik Satuan Reskrim Polres Gorontalo telah menetapkan DH (57), oknum guru, sebagai tersangka dalam kasus kekerasan seksual tersebut.
Menurut Kompol Henny Muji Rahayu, Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Gorontalo, tersangka kini telah ditahan di Polres Gorontalo, dan pemeriksaan lebih lanjut sedang berlangsung.
Baca Juga: JiExpo Kemayoran Jadi Lokasi Debat Perdana Cagub-Cawagub Pilkada Jakarta 2024
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tindakan asusila ini pertama kali terjadi pada tahun 2023 di ruang guru sekolah tersebut. Kasus ini mencuat setelah video mesum antara guru dan murid beredar di media sosial.
Saat ini, pihak kepolisian sedang menyelidiki siapa yang merekam dan menyebarkan video tersebut. Henny juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video, karena hal ini dapat memperburuk dampak negatif bagi korban.
Apa Itu Child Grooming?
Kasus ini ramai dikaitkan dengan istilah child grooming.
Menurut psikolog klinis, Anastasia Sari Dewi, child grooming adalah tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak di bawah umur untuk mendapatkan keuntungan dari hubungan yang dibangun secara manipulatif.
Pelaku secara bertahap mengeksploitasi kerentanan korban, melanggar batas-batas pribadi dan emosional mereka.
Baca Juga: Intervensi Kebijakan Fiskal dan Moneter Diperlukan Untuk Pulihkan Sektor Manufaktur
Grooming berbahaya karena pelaku secara perlahan memanipulasi korban hingga mencapai titik pelecehan dan eksploitasi.
Untuk mencegah hal ini, Anastasia menyarankan agar orang tua dan pengasuh aktif terlibat dalam kehidupan sosial anak, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Penting juga untuk mengajarkan anak mengenai batasan pribadi, serta memberi mereka pemahaman tentang grooming dan tanda-tandanya agar bisa lebih waspada. (Maulida Sahla Sabila)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









