Musik Bikin Baper? Ternyata Begini Cara Lagu Mengendalikan Emosi

AKURAT.CO Banyak orang yang merasa perasaan mereka ikut berubah setelah mendengarkan lagu tertentu.
Bisa merasa lebih ceria, lebih tenang, atau bahkan tiba-tiba baper. Ternyata, musik memang memiliki pengaruh besar terhadap mood dan emosi kita.
Menurut riset terbaru dari Missouri University (MU), musik bisa digunakan untuk secara aktif meningkatkan suasana hati, dengan musik bernada ceria membantu orang merasa lebih bahagia.
Baca Juga: Kunci Jawaban Seni Budaya Kelas 9 Halaman 54: Materi Musik dan Vokal
Bahkan, Anda bisa mencoba mendengarkan lagu seperti Happy dari Pharrell Williams dan melihat apakah perasaan Anda ikut terangkat. Jika iya, itu artinya musik berhasil mengubah mood Anda.
Penelitian lainnya juga mengungkapkan bahwa musik klasik, yang sering didengarkan dalam sesi belajar, dapat merangsang kecerdasan otak dan meningkatkan konsentrasi.
Sebuah studi menunjukkan bahwa siswa yang mendengarkan musik dengan ketukan 60 hingga 70 per menit bisa mencapai skor ujian matematika 12 persen lebih tinggi.
Musik klasik, seperti Für Elise karya Beethoven, diyakini dapat membantu siswa belajar lebih lama dan mempertahankan materi lebih baik.
Sementara musik dengan ketukan antara 50 sampai 80 per menit, seperti We Can't Stop oleh Miley Cyrus atau Mirrors dari Justin Timberlake, bisa mengarahkan otak kiri untuk lebih efisien dalam menangkap informasi faktual dan pemecahan masalah.
Musik tidak hanya memengaruhi emosi kita dengan cara yang sederhana, tetapi juga melalui mekanisme otak yang lebih dalam. Berikut ini beberapa cara musik dapat mengendalikan emosi:
1. Mengikat Emosi
Musik mampu memengaruhi emosi secara langsung, terbukti dari reaksi seseorang saat mendengarkannya. Melalui otak, musik bisa merangsang perasaan, bahkan membuat orang menari, ceria, atau galau.
2. Mengembalikan Memori
Musik dapat membangkitkan kenangan lama, seperti yang ditemukan dalam studi Universitas California. Lagu dengan kenangan khusus bisa membawa kembali perasaan dan emosi yang sama, menjelaskan mengapa banyak orang merasa “baper” saat mendengarkan lagu tertentu.
3. Neuroplastisitas
Musik membantu otak membentuk jalur baru, terutama saat otak mengalami kerusakan. Terapi musik dapat merangsang pemulihan memori dan emosi, bahkan membantu pasien dengan cedera otak mengakses kenangan yang hilang, seperti yang dibuktikan dalam studi dari Universitas Newcastle.
4. Meningkatkan Fokus
Musik juga terbukti meningkatkan fokus, membantu otak untuk tetap terjaga dan terfokus pada tugas. Studi dari Stanford University menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat memperbaiki konsentrasi dan membantu otak dalam mengantisipasi kegiatan.
Meskipun perubahan mood karena musik adalah hal yang wajar, jika perubahan tersebut mulai mengganggu kehidupan sosial, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter karena bisa jadi itu tanda gangguan psikologis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









