Akurat
Pemprov Sumsel

Takeda Dukung Pencegahan Dengue di Indonesia Lewat Pentaloka Nasional ADINKES 2024

Atikah Umiyani | 8 November 2024, 01:20 WIB
Takeda Dukung Pencegahan Dengue di Indonesia Lewat Pentaloka Nasional ADINKES 2024

AKURAT.CO PT Takeda Innovative Medicines menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan penyakit dengue dengan berpartisipasi dalam acara Pentaloka Nasional ADINKES 2024.

Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) pada 5-7 November 2024 di Yogyakarta.

Pada hari kedua, Takeda menyelenggarakan sesi diskusi panel berjudul “Efektivitas Vaksinasi untuk Pengendalian Dengue.”

Dalam sesi ini, para pakar berbagi wawasan kepada tenaga kesehatan mengenai pentingnya inovasi dalam upaya pencegahan penyebaran dan pengurangan tingkat keparahan infeksi dengue.

Ketua Umum Pentaloka Nasional ADINKES 2024, M. Subuh, mengapresiasi kehadiran Takeda yang dinilai mendukung penguatan kapasitas tenaga kesehatan.

Baca Juga: Polemik Bukti BPKP di Sidang Korupsi PT Timah: Penasihat Hukum Terdakwa Soroti Transparansi Kerugian Negara

“Kolaborasi dalam forum ini memungkinkan perluasan wawasan para tenaga kesehatan, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan, termasuk penanganan dengue dan kesehatan masyarakat lainnya,” ujar Subuh.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menekankan, dengue adalah ancaman bagi seluruh masyarakat Indonesia sepanjang tahun.

Selain membahayakan nyawa, penyakit ini juga berdampak besar pada kesehatan publik. “Ada tiga hal yang bisa kita lakukan bersama: edukasi tentang dengue, pengendalian nyamuk melalui 3M Plus, dan memanfaatkan metode pencegahan inovatif,” ujarnya.

Ketua Tim Kerja Arbovirosis, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, Fadjar SM Silalahi, menyampaikan, pemerintah telah menerapkan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) 2021-2025 untuk menurunkan kasus dengue.

Berdasarkan data hingga minggu ke-41 tahun 2024, terdapat 203.921 kasus dengue dengan 1.210 kematian dari 482 kabupaten/kota di 36 provinsi.

Baca Juga: Dialog dengan REI, Ridwan Kamil Ungkap Beberapa Pesan Prabowo Soal Hunian Rakyat

Strategi pemerintah ini mencakup pendekatan pencegahan terpadu, mulai dari pengendalian vektor hingga adopsi metode inovatif seperti vaksinasi dan nyamuk ber-Wolbachia. Dr. Fadjar mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam implementasi strategi tersebut.

“Dengan inovasi yang semakin mudah diakses, kita harapkan masyarakat dapat terlindungi lebih baik dari bahaya dengue,” ungkapnya.

 

Komitmen Takeda terhadap Vaksinasi

Takeda memiliki sejarah panjang dalam inovasi vaksin untuk berbagai penyakit. Selain berfokus pada dengue, Takeda mengembangkan vaksin untuk mengatasi penyakit menular global lainnya seperti covid-19, flu pandemi, dan Zika.

Inovasi ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat yang mendesak dan berkelanjutan.

Upaya Takeda dan kolaborasi dengan pemerintah diharapkan dapat memperkuat pencegahan dengue di Indonesia dan mencapai target ‘Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030.’

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.