Takeda Dukung Pencegahan Dengue di Indonesia Lewat Pentaloka Nasional ADINKES 2024

AKURAT.CO PT Takeda Innovative Medicines menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan penyakit dengue dengan berpartisipasi dalam acara Pentaloka Nasional ADINKES 2024.
Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) pada 5-7 November 2024 di Yogyakarta.
Pada hari kedua, Takeda menyelenggarakan sesi diskusi panel berjudul “Efektivitas Vaksinasi untuk Pengendalian Dengue.”
Dalam sesi ini, para pakar berbagi wawasan kepada tenaga kesehatan mengenai pentingnya inovasi dalam upaya pencegahan penyebaran dan pengurangan tingkat keparahan infeksi dengue.
Ketua Umum Pentaloka Nasional ADINKES 2024, M. Subuh, mengapresiasi kehadiran Takeda yang dinilai mendukung penguatan kapasitas tenaga kesehatan.
“Kolaborasi dalam forum ini memungkinkan perluasan wawasan para tenaga kesehatan, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan, termasuk penanganan dengue dan kesehatan masyarakat lainnya,” ujar Subuh.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menekankan, dengue adalah ancaman bagi seluruh masyarakat Indonesia sepanjang tahun.
Selain membahayakan nyawa, penyakit ini juga berdampak besar pada kesehatan publik. “Ada tiga hal yang bisa kita lakukan bersama: edukasi tentang dengue, pengendalian nyamuk melalui 3M Plus, dan memanfaatkan metode pencegahan inovatif,” ujarnya.
Ketua Tim Kerja Arbovirosis, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, Fadjar SM Silalahi, menyampaikan, pemerintah telah menerapkan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) 2021-2025 untuk menurunkan kasus dengue.
Berdasarkan data hingga minggu ke-41 tahun 2024, terdapat 203.921 kasus dengue dengan 1.210 kematian dari 482 kabupaten/kota di 36 provinsi.
Baca Juga: Dialog dengan REI, Ridwan Kamil Ungkap Beberapa Pesan Prabowo Soal Hunian Rakyat
Strategi pemerintah ini mencakup pendekatan pencegahan terpadu, mulai dari pengendalian vektor hingga adopsi metode inovatif seperti vaksinasi dan nyamuk ber-Wolbachia. Dr. Fadjar mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam implementasi strategi tersebut.
“Dengan inovasi yang semakin mudah diakses, kita harapkan masyarakat dapat terlindungi lebih baik dari bahaya dengue,” ungkapnya.
Komitmen Takeda terhadap Vaksinasi
Takeda memiliki sejarah panjang dalam inovasi vaksin untuk berbagai penyakit. Selain berfokus pada dengue, Takeda mengembangkan vaksin untuk mengatasi penyakit menular global lainnya seperti covid-19, flu pandemi, dan Zika.
Inovasi ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat yang mendesak dan berkelanjutan.
Upaya Takeda dan kolaborasi dengan pemerintah diharapkan dapat memperkuat pencegahan dengue di Indonesia dan mencapai target ‘Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030.’
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









