Kata Psikolog: Ini Perilaku yang Biasa Ditunjukkan jika Anda Melakukan Pengulangan dalam Percakapan

AKURAT.CO Jika pernah berbincang dengan seseorang yang suka mengulang perkataannya dalam percakapan, Anda pasti paham bahwa hal itu bisa membuat keadaan menjadi membingungkan bahkan menjengkelkan.
Kerap kali, percakapan berulang melibatkan ide bahkan poin yang sama sehingga membuat Anda merasa buntu dan tidak yakin untuk menanggapinya.
Kecenderungan ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan, para psikolog mengatakan bahwa hal ini sering kali terkait dengan pola maupun perilaku tertentu.
Berbicara dengan seseorang yang sering mengulang perkataannya bisa menimbulkan tantangan tersendiri.
Mempelajari perilaku ini dan mengapa hal tersebut dapat terjadi bisa membantu Anda untuk mengetahui dan menavigasi arah percakapan.
Dikutip dari Geediting, Senin (20/1/2025), berikut perilaku yang ditunjukkan oleh orang yang melakukan pengulangan:
Baca Juga: Apple Siapkan Pembaruan Besar untuk Siri, Hadirkan Kemampuan Percakapan ala ChatGPT
1. Penekanan berlebihan pada topik tertentu
Ketika individu sering mengulang-ulang percakapan, satu perilaku yang mungkin Anda perhatikan yaitu fokus pada subjek tertentu.
Hal ini bukan sekadar satu ataupun dua referensi biasa, namun mereka cenderung berulang kali membicarakan topik yang sama, terlepas dari bagaimana alur pembicaraannya.
Misalnya, ketika Anda berbicara mengenai rencana akhir pekan dan mereka berulang kali menyinggung perihal kecintaan mereka terhadap berkebun.
Bahkan ketika hal tersebut tidak sesuai dengan topik pembicaraan, hal ini merupakan tanda klasik dari sifat repetitif.
Mereka mungkin tidak sadar telah melakukan hal tersebut, tetapi polanya jelas ada di sana.
Perilaku ini tidak melulu bertujuan untuk mengendalikan percakapan, namun hal ini lebih ke arah kebiasaan alam bawah sadar.
Hal ini mungkin terkait dengan zona nyaman mereka atau bahkan topik yang menurut mereka sangat mereka kuasai.
Memahami hal ini dapat membantu Anda untuk merespon dengan lebih baik dalam situasi seperti ini.
Anda dapat memilih untuk mengarahkan kembali pembicaraan ke jalur yang benar ataupun menuruti mereka sebentar sebelum beralih ke topik yang lain.
Baca Juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Baru untuk Cegah Tautan Berbahaya di Percakapan
2. Diam adalah emas
Anda mungkin beranggapan bahwa seseorang yang mengulang perkataannya akan terus berbicara, mengisi setiap waktu dengan suaranya. Anehnya, hal ini tidak selalu terjadi.
Faktanya, komunikator yang melakukan percakapan berulang sering kali menunjukkan diam dalam pola bicaranya.
Anda mungkin mendapati mereka berhenti lebih lama dari biasanya di tengah percakapan atau bahkan mereka terdiam saat Anda mengharapkan respons mereka.
Ini bukan berarti karena mereja kehilangan minat, melainkan keheningan ini merupakan tanda bahwa mereka sedang memproses pikiran mereka.
Meskipun terasa canggung, momen tenang ini sebenarnya dapat memberikan peluang bagi Anda untuk mengarahkan pembicaraan ke topik baru.
Hal ini dapat membantu Anda untuk memutus siklus pengulangan dan membuat percakapan Anda lebih menarik dan memiliki variasi.
Baca Juga: 7 Cara Memulai Percakapan Dengan Orang Baru Dikenal Biar Enggak Bosan
3. Mencari validasi dan jaminan
Ketika seseorang mengulang-ulang percakapan atau bahkan cerita, itu mungkin bukan sekadar masalah zona nyaman atau bahkan lupa.
Namun terkadang, hal itu bisa menjadi kerinduan yang mendalam akan validasi dan kepastian.
Mereka mengulang cerita tertentu karena mungkin mereka mencari reaksi yang positif yang sama seperti mereka dapatkan pertama kali.
Atau mungkin karena mereka sendiri tidak yakin apakah poin tersebut sepenuhnya dipahami bahkan dihargai dalam percakapan sebelumnya.
Hal itu seperti suara hati mereka untuk didengar, dipahami dan divalidasi.
Bukankah itu merupakan sesuatu yang kita harapkan dalam interaksi kita?
Jadi, jika lain kali Anda terlibat dalam percakapan dengan seseorang yang cenderung mengulang perkataannya, ingatlah kemungkinan ini.
Pemahaman, kesabaran serta anggukan kepala Anda dapat berarti lebih dari yang Anda bayangkan bagi mereka.
Baca Juga: Google Translate Rilis Mode Percakapan, Secara Otomatis Terjemahkan Bahasa
4. Tidak selalu tentang Anda
Hal ini mungkin sulit untuk diterima, namun terkadang pengulangan dalam percakapan bukan perihal Anda atau kemampuan Anda untuk mendengarkan atau bahkan terlibat.
Ini tentang orang lain dan proses internal mereka.
Tentu saja, hal ini bisa menjadi menyebalkan mendengar cerita yang sama untuk ke sekian kalinya.
Namun perlu diingat, ini bukan cerminan keterampilan berbicara Anda.
Alih-alih membiarkannya mengganggu pikiran Anda, cobalah untuk mengubah perspektif Anda. Anggap itu sebagai bagian dari mereka, seperti tawa mereka.
Memahami makna percakapan merupakan sebuah seni yang melibatkan kesabaram, pengertian dan empati. (Noor Latifah Adzhari)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









