AKURAT.CO Selama bulan puasa, waktu untuk makan dan minum sangat terbatas, namun kebutuhan cairan harian tetap harus dipenuhi agar tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal.
Meski tantangannya cukup besar, terutama karena tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman lebih dari 12 jam, ada beberapa strategi efektif untuk menjaga kecukupan cairan.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Buka Puasa Hari Ini, 16 Maret 2025 Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Risiko Kekurangan Cairan
Kekurangan cairan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari dehidrasi, sakit kepala, kelelahan, hingga gangguan metabolisme.
Selain itu, kurang minum juga bisa berdampak pada fungsi otak, menyebabkan kesulitan berpikir, konsentrasi menurun, serta gangguan fungsi otot.
Strategi Pemenuhan Cairan
1. Membagi Waktu Minum Secara Merata. Salah satu strategi yang efektif adalah dengan membagi waktu minum dari saat berbuka hingga imsak. Berikut jadwal minum yang disarankan:
- 1 gelas saat berbuka puasa
- 1 gelas setelah salat magrib
- 1 gelas setelah salat isya atau makan malam
- 1 gelas setelah tarawih
- 1 gelas sebelum tidur
- 1 gelas saat bangun sahur
- 1 gelas setelah makan sahur
- 1 gelas menjelang imsak
2. Rumus 2-4-2 untuk Pemenuhan Cairan. Metode lain yang bisa diterapkan adalah rumus 2-4-2:
- 2 Gelas Saat Berbuka:1 gelas saat berbuka dan 1 gelas setelah salat magrib.
- 4 Gelas di Malam Hari:2 gelas saat makan malam dan 2 gelas sebelum tidur.
- 2 Gelas Saat Sahur:1 gelas saat bangun tidur dan 1 gelas setelah makan sahur.
3. Mengonsumsi Makanan yang Kaya Air. Selain minum air putih, mengonsumsi makanan dengan kandungan air tinggi juga membantu menjaga hidrasi. Pilihan yang disarankan meliputi:
- Buah-buahan:Semangka, melon, jeruk, stroberi, dan nanas.
- Sayuran:Bayam, tomat, wortel, dan brokoli.
- Produk Susu:Yogurt dan susu memiliki kandungan air yang tinggi serta dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.
4. Hindari Minuman Berkafein. Kurangi konsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi karena bersifat diuretik, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan.
5. Mandi dengan Air Dingin. Suhu panas dapat mempercepat kehilangan cairan melalui keringat. Mandi dengan air dingin dapat membantu mengurangi pengeluaran cairan dan memberikan efek menyegarkan.
Baca Juga: Kebutuhan Cairan Ibu Menyusui Harus Terpenuhi Selama Berpuasa, Simak Caranya
Dengan menerapkan strategi di atas, kebutuhan cairan harian tetap bisa dipenuhi meski sedang berpuasa. Hal ini penting untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi, segar, dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








