Cegah Komplikasi, Dokter: Gaya Hidup Sehat Bisa Kendalikan Diabetes Tanpa Obat

AKURAT.CO Tak semua penderita diabetes harus bergantung pada obat.
Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Kepulauan Seribu, dr. Nur Rahmah Oktariani Sp.PD, menegaskan, kunci utama pengendalian diabetes justru terletak pada perubahan gaya hidup, bukan langsung pada terapi obat.
“Penanganan diabetes itu bukan dimulai dari obat. Tahap pertama justru perbaikan pola hidup. Banyak pasien yang berhasil mengontrol kadar gula darah hanya dengan mengubah gaya hidupnya, meski memang tidak mudah,” ujar dr. Nur dalam diskusi daring yang digelar Senin (14/4/2025).
Ia menyebut, beberapa gejala gula darah tinggi bisa dikenali sejak awal, seperti mudah lapar meski sudah makan, sering buang air kecil, haus berlebihan, dan berat badan turun drastis tanpa sebab jelas.
Bila mengalami gejala tersebut, langkah awal yang disarankan adalah pemeriksaan gula darah secara mandiri atau di fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: KY Siap Telusuri Dugaan Pelanggaran Etik Usai Ketua PN Jaksel Jadi Tersangka Suap Rp60 Miliar
Jika kadar gula darah puasa melebihi 126 mg/dL, perlu pemeriksaan lanjutan, termasuk pengecekan gula darah dua jam setelah makan serta tes HbA1c—yang menunjukkan kadar gula rata-rata selama tiga bulan terakhir.
Menurut dr. Nur, gaya hidup tidak aktif—banyak duduk, minim olahraga, dan pola makan sembarangan—adalah penyebab utama lonjakan gula darah.
Perubahan sederhana seperti rutin bergerak, menjaga pola makan, dan mengelola stres dapat memberi dampak signifikan terhadap kestabilan kadar gula.
Namun jika kondisi gula darah sudah sangat tinggi atau ada tanda-tanda komplikasi, maka terapi obat dibutuhkan untuk menstabilkan metabolisme tubuh secara cepat.
“Kalau gula darah terus dibiarkan tinggi, risiko komplikasi akan datang lebih cepat,” jelasnya.
Dr. Nur juga mengimbau masyarakat untuk tak ragu memeriksakan diri ke puskesmas atau pos kesehatan terdekat.
Jika ditemukan indikasi serius, dokter akan memberikan rujukan ke spesialis untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Pakar: Transformasi ke eSIM Bukan Solusi Utama Atasi Kejahatan Digital
Kesimpulannya? Gaya hidup sehat bukan hanya mencegah, tapi juga bisa menjadi terapi utama bagi penderita diabetes. Obat memang penting, tapi bukan selalu jadi solusi pertama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







