Kenali Penyebab Radang Tenggorokan saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

AKURATCO, Berbicara tentang gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya adalah radang tenggorokan. Radang tenggorokan dapat membuat bumil sulit untuk berbicara.
Radang tenggorokan juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyakit ini dapat menyebabkan lemas serta nafsu makan menurun. Akibatnya, kondisi kesehatan bumil mungkin menurun dan perkembangan janin mungkin terganggu. Prevalensi radang tenggorokan di Indonesia mencapai 9.3%.
PAFI dengan alamat website pafisalakan.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha dalam meningkatkan profesionalisme mereka, terutama di bidang farmasi. Hal ini dilakukan agar memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab radang tenggorokan pada ibu hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya radang tenggorokan pada ibu hamil?
Secara umum, radang tenggorokan pada ibu hamil (bumil) adalah kondisi yang cukup sering terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus, infeksi bakteri (seperti streptococcus pyogenes), naiknya asam lambung, muntah berlebihan, alergi, dan perubahan hormonal yang menurunkan daya tahan tubuh selama kehamilan. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya radang tenggorokan pada ibu hamil yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Adanya infeksi virus
Infeksi virus adalah penyebab paling umum radang tenggorokan, tidak hanya pada ibu hamil tapi juga pada masyarakat umum. Virus yang sering menyebabkan radang tenggorokan meliputi virus rhinovirus, virus adenovirus, virus epstein-barr. Ibu hamil memiliki sistem imun yang relatif menurun secara alami untuk mencegah penolakan janin, sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi virus. Infeksi virus ini menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada jaringan tenggorokan, menimbulkan rasa sakit, gatal, dan iritasi.
2. Adanya infeksi bakteri
Selain virus, infeksi bakteri juga menjadi penyebab radang tenggorokan yang cukup serius, terutama jika disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes (Streptokokus grup A). Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan radang tenggorokan yang lebih parah dan berisiko komplikasi seperti demam rematik dan abses tonsil.Ibu hamil yang mengalami infeksi bakteri perlu mendapatkan penanganan yang tepat karena infeksi yang tidak diobati bisa mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Selain streptococcus, bakteri lain seperti neisseria gonorrhoeae (penyebab gonore) dan corynebacterium diphtheriae (penyebab difteri) juga dapat menyebabkan radang tenggorokan, meskipun lebih jarang.
3. Naiknya asam lambung atau GERD
Salah satu penyebab radang tenggorokan yang sering terjadi pada ibu hamil adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan dan tenggorokan. Hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan menyebabkan otot-otot di sekitar lambung menjadi lebih rileks, termasuk sfingter esofagus bagian bawah, sehingga asam lambung mudah naik ke atas (refluks). Asam lambung yang naik ini mengiritasi dinding tenggorokan, menyebabkan rasa terbakar, nyeri, dan radang. Kondisi ini sering diperparah oleh posisi tidur yang kurang tepat dan pola makan yang tidak teratur.
4. Perubahan hormon dan penurunan sistem imun
Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormonal yang signifikan, terutama peningkatan hormon progesteron dan estrogen. Perubahan hormon ini menyebabkan relaksasi otot-otot di saluran pencernaan, termasuk tenggorokan, sehingga lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi.Selain itu, sistem kekebalan tubuh ibu hamil secara alami mengalami penurunan agar tidak menolak janin, sehingga ibu lebih mudah terserang infeksi virus, bakteri, dan jamur yang dapat menyebabkan radang tenggorokan.
5. Faktor lingkungan dan iritasi
Paparan terhadap polusi udara, asap rokok (baik aktif maupun pasif), debu, bahan kimia, udara yang sangat kering, atau alergen seperti serbuk sari dapat mengiritasi tenggorokan dan memicu peradangan. Ibu hamil yang tinggal di lingkungan dengan kualitas udara buruk atau yang sering terpapar asap rokok lebih berisiko mengalami radang tenggorokan.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati radang tenggorokan pada ibu hamil?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari radang tenggorokan pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala radang tenggorokan pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Amoxicillin
Amoxicillin adalah antibiotik kategori B menurut FDA, artinya aman digunakan selama kehamilan. Obat ini efektif mengatasi radang tenggorokan akibat infeksi bakteri dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri. Penggunaan harus sesuai resep dari apoteker untuk menghindari risiko dan memastikan dosis tepat.
2. Penicillin
Penicillin adalah antibiotik kategori B yang juga sering diresepkan untuk radang tenggorokan pada ibu hamil. Obat ini tidak menunjukkan efek negatif pada janin dan aman digunakan selama kehamilan dengan resep dari apoteker.
3. Paracetamol
Paracetamol adalah obat yang paling umum digunakan pada segala usia. Paracetamol dapat mengobati nyeri dan penurun demam yang aman digunakan selama kehamilan. Obat ini membantu meredakan sakit tenggorokan yang disertai demam atau nyeri.
4. Degirol
Degirol adalah tablet hisap yang mengandung antiseptik dequalinium chloride, efektif membunuh kuman penyebab radang tenggorokan dan meredakan nyeri lokal. Obat ini aman untuk ibu hamil jika digunakan sesuai dosis (1 tablet setiap 3-4 jam, maksimal 8 tablet per hari).
5. Strepsils
Strepsils mengandung antiseptik seperti dichlorobenzyl dan amylmetacresol yang membantu membunuh bakteri dan meredakan sakit tenggorokan. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet hisap dan dianggap aman untuk ibu hamil dengan konsultasi dari apoteker.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi radang tenggorokan pada ibu hamil adalah banyak minum air putih, berkumur dengan air garam hangat, minum teh hangat dengan madu dan lemon. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









