AKURAT.CO Dua tokoh dunia, Mahathir Mohamad dan Dalai Lama, sama-sama dikenal bukan hanya karena pengaruhnya yang besar, tetapi juga karena usia panjang yang tetap produktif. Mahathir sendiri yang merupakan mantan Perdana Menteri Malaysia bulan Juli ini genap berusia 100 tahun.
Meski telah memasuki usia di atas 90 tahun, keduanya masih aktif berbicara, menulis, dan menjadi panutan global. Apa rahasia panjang umur mereka? Mengutip berbagai sumber, berikut rahasia panjang umur Mahathir Mohamad dan Dalai Lama :
1. Disiplin dan Rutinitas Sehat Mahathir
Tun Dr. Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia, dikenal memiliki rutinitas harian yang disiplin sejak muda. Ia bangun pagi, menghindari tidur siang, dan tidak pernah merokok atau minum alkohol.
Dalam wawancara dengan media lokal, Mahathir menyebut kunci hidup sehatnya adalah makan secukupnya dan tidak berlebihan. "Saya makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan," ujar Mahathir. Ia juga memilih makanan sederhana, menghindari gula berlebih, serta tetap aktif secara fisik dan mental.
Meski tak lagi muda, Mahathir masih rutin membaca, menulis opini politik, dan menjaga berat badan ideal. “Kita harus terus menggunakan otak, karena otak seperti otot, kalau tidak dipakai akan melemah,” tambahnya.
2. Kedamaian Batin ala Dalai Lama
Di sisi lain, Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, menekankan pentingnya kesehatan batin dan emosi. Dalam berbagai ceramah dan buku, Dalai Lama menegaskan bahwa kedamaian hati, belas kasih, dan bebas dari stres adalah pondasi umur panjang.
Setiap pagi, Dalai Lama bangun pukul 3:30 untuk meditasi dan refleksi diri. Ia menghindari makanan berat, terutama saat malam, serta menjalani diet vegetarian. Selain itu, ia rutin berjalan kaki dan melakukan yoga ringan sebagai bentuk latihan fisik.
Dalam salah satu wawancara dengan Time Magazine, Dalai Lama menyatakan, “Kunci umur panjang bukan hanya soal tubuh, tapi bagaimana kita mengelola pikiran dan emosi.”
3. Kesamaan: Hidup Sederhana dan Melayani Sesama
Kedua tokoh ini juga punya kesamaan dalam filosofi hidup: tidak terikat pada kemewahan, fokus pada kontribusi untuk orang lain, serta menjalani hidup dengan tujuan yang jelas.
Peneliti dari Harvard Medical School menyebut kombinasi antara disiplin, stabilitas emosional, dan gaya hidup aktif sebagai formula ideal untuk menjaga tubuh tetap sehat hingga usia lanjut.
Panjang umur bukan semata-mata soal genetika. Seperti ditunjukkan Mahathir Mohamad dan Dalai Lama, umur panjang lebih banyak ditentukan oleh pola hidup sederhana, pikiran positif, disiplin tinggi, serta komitmen terhadap kesehatan mental dan fisik setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





