Apa Itu Limfosit? Pengertian, Jenis, Fungsi dan Gangguannya

AKURAT.CO Sistem kekebalan tubuh manusia terdiri dari berbagai sel yang bekerja sama untuk melawan penyakit. Salah satu yang paling penting adalah limfosit, yaitu sel darah putih yang berfungsi mengenali dan melawan infeksi, serta menjaga tubuh dari ancaman virus, bakteri hingga sel kanker.
Peran limfosit begitu vital karena tanpa sel ini, daya tahan tubuh tidak akan mampu bertahan menghadapi berbagai ancaman penyakit.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan limfosit dan bagaimana cara kerjanya dalam menjaga kesehatan tubuh?
Baca Juga: Ekstrem! Ilmuwan Asal AS Ini Ciptakan Steak dengan Sel Darah Manusia
Apa Itu Limfosit?
Limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Sel ini membantu melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri hingga sel kanker.
Jumlah limfosit bisa diketahui melalui pemeriksaan darah rutin, dan kadarnya dapat berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, gaya hidup hingga kondisi lingkungan seperti ketinggian tempat tinggal.
Peran dan Fungsi Limfosit
Limfosit bekerja dengan mengenali zat asing atau antigen, lalu membantu tubuh melawan infeksi. Menariknya, sel ini juga dapat "mengingat" antigen yang pernah masuk ke tubuh.
Itulah sebabnya seseorang biasanya tidak akan terkena penyakit seperti campak atau cacar air lebih dari sekali, serta mengapa vaksinasi efektif mencegah penyakit tertentu.
Baca Juga: 6 Ramuan Alami untuk Menurunkan Gula Darah dengan Cepat
Secara garis besar, ada dua jenis utama limfosit:
● Sel T (T lymphocytes): Bertugas mengatur respons imun, menyerang sel tubuh yang terinfeksi, dan menghancurkan sel abnormal seperti sel kanker. Sel T terbagi menjadi beberapa tipe, antara lain:
● Sitotoksik: Membunuh sel terinfeksi dengan cara merusak membran sel.
● Helper: Membantu sel B menghasilkan antibodi serta mengaktifkan sel T lain.
● Regulator: Mengendalikan agar respons imun tidak berlebihan.
● Sel B (B lymphocytes): Memproduksi antibodi untuk melawan antigen. Ketika terpapar antigen, sebagian sel B akan berubah menjadi sel plasma yang menghasilkan antibodi spesifik, sementara sebagian lainnya menjadi sel memori yang akan bereaksi cepat jika antigen yang sama muncul kembali.
Jumlah Normal Limfosit
Kadar limfosit dalam tubuh setiap orang bisa berbeda. Secara umum:
● Pada orang dewasa sekitar 1.000–4.800 sel per mikroliter darah.
● Pada anak-anak sekitar 3.000–9.500 sel per mikroliter darah.
Sekitar 20-40 persen dari seluruh sel darah putih dalam tubuh manusia merupakan limfosit.
Baca Juga: RSUD Puri Husada Pangkas Jadwal Cuci Darah, KPCDI: Ini Pembiaran Terhadap Nyawa!
Gangguan pada Limfosit
Jika jumlah limfosit terlalu tinggi, kondisi ini disebut limfositosis, biasanya akibat infeksi. Namun, kondisi serius seperti hepatitis, HIV/AIDS, tuberkulosis, atau kanker darah seperti leukemia juga bisa menjadi penyebabnya.
Sebaliknya, kadar limfosit yang terlalu rendah (limfositopenia) dapat menurunkan daya tahan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit.
Gejala gangguan terkait limfosit sering kali dipengaruhi oleh penyakit yang mendasarinya, misalnya pembengkakan kelenjar getah bening, demam, keringat malam, sesak napas, nyeri perut atau penurunan nafsu makan.
Pemeriksaan Limfosit
Ada dua jenis tes darah yang umum digunakan untuk memeriksa kesehatan limfosit:
● Hitung limfosit absolut (absolute lymphocyte count): Bagian dari pemeriksaan darah lengkap (CBC) untuk mengetahui jumlah limfosit dalam angka pasti.
● Flow cytometry: Pemeriksaan laboratorium khusus menggunakan alat laser (flow cytometer) untuk melihat pola sel darah sehingga jenis sel dapat dihitung secara lebih detail.
Limfosit adalah komponen vital sistem imun yang menjaga tubuh tetap sehat dengan melawan infeksi dan penyakit. Dengan kemampuan mengingat antigen, limfosit juga mendukung efektivitas vaksinasi.
Menjaga kadar limfosit tetap normal penting untuk mencegah kerentanan terhadap berbagai penyakit. Bila jumlah limfosit terlalu tinggi atau rendah sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: 7 Racikan Minuman Herbal Terbukti Lancarkan Peredaran Darah dalam 30 Hari!
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









