Fenomena Presbiopia Dini di Usia Produktif, Ancaman Baru bagi Pekerja Kantoran di Era Digital

AKURAT.CO Seiring meningkatnya aktivitas digital, banyak profesional usia produktif menghabiskan lebih dari delapan jam per hari menatap layar. Kebiasaan ini perlahan membuat mata sulit fokus saat melihat dekat, tanda awal presbiopia dini atau pre-presbiopia.
Presbiopia dini umumnya mulai muncul di usia pertengahan 30 hingga menjelang 40 tahun. Kondisi ini membuat mata kesulitan berpindah fokus antara jarak jauh dan dekat, yang sering disalahartikan sebagai kelelahan atau efek lembur.
Akibatnya, banyak orang tidak menyadari perubahan tersebut dan mengabaikannya. Gejala seperti penglihatan kabur, mata tegang, hingga sakit kepala pun kerap dianggap hal biasa.
"Tanpa disadari, bisa jadi kita sudah mulai mengalami tanda-tanda awal perubahan penglihatan, atau bahkan orang terdekat kita yang ternyata mengalaminya," ujar Dodi Rukminto selaku Managing Director HOYA Lens Indonesia, dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (10/10/2025).
Gejalanya ditandai dengan tulisan di ponsel yang mulai buram atau mata cepat lelah setelah lama menatap layar. Banyak orang enggan memakai kacamata karena takut terlihat tua, padahal kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi dan produktivitas kerja.
Fenomena ini disoroti dalam peringatan World Sight Day 2025 dengan tema 'Love Your Eyes at Work'. Tema ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan mata bagi pekerja dengan aktivitas digital tinggi yang bergantung pada penglihatan untuk berprestasi.
Namun hingga kini, solusi penglihatan yang tersedia belum sepenuhnya menjawab kebutuhan usia 35-45 tahun. Kacamata minus hanya membantu melihat jauh, kacamata baca untuk jarak dekat, sementara lensa progresif sering dianggap sulit digunakan oleh pemula.
Akibatnya, banyak orang memilih menunda memakai alat bantu penglihatan meski kualitas matanya mulai menurun. Kondisi ini dapat berdampak pada kenyamanan, fokus dan produktivitas dalam beraktivitas sehari-hari.
Menanggapi hal ini, HOYA Vision Care tengah menyiapkan inovasi lensa kacamata terbaru bagi profesional usia produktif. Produk ini dirancang untuk membantu pengguna tetap fokus dan nyaman di lingkungan kerja digital.
Menjelang peluncuran tersebut, HOYA mengajak masyarakat memanfaatkan momentum World Sight Day dengan rutin memeriksakan mata di optik rekanan HOYA. Dodi menegaskan, menjaga kesehatan mata bukan hanya soal melihat jelas, tetapi juga menjaga performa dan kualitas hidup di usia produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






