AKURAT.CO Konsumsi alkohol dalam jumlah wajar memang umum dilakukan sebagian orang, misalnya dalam acara sosial atau perayaan.
Namun, ketika frekuensinya semakin sering dan sulit dikendalikan, hal ini bisa menjadi pertanda kecanduan alkohol.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi emosi, perilaku, dan hubungan sosial seseorang.
Baca Juga: Viral! Acara Resmi Kementerian Malaysia Sajikan Alkohol, Anwar Ibrahim Murka
Perubahan Pola Minum dan Ketergantungan Emosional
Salah satu tanda awal kecanduan alkohol adalah meningkatnya frekuensi dan jumlah konsumsi.
Seseorang mungkin mulai merasa tidak tenang atau sulit rileks tanpa minum alkohol, bahkan menjadikannya sebagai cara utama untuk mengatasi stres atau rasa cemas.
Ketika tubuh sudah terbiasa dengan kadar alkohol tertentu, seseorang akan membutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk merasakan efek yang sama.
Inilah yang disebut dengan toleransi alkohol, dan menjadi salah satu indikasi bahwa konsumsi sudah tidak lagi bersifat rekreasional, melainkan adiktif.
Baca Juga: Bisa Mengandung Alkohol Alami, Ini Hukum Makan Durian dalam Islam
Dampak pada Perilaku dan Hubungan Sosial
Orang yang mulai kecanduan alkohol sering menunjukkan perubahan perilaku, seperti mudah marah, sulit fokus, dan kehilangan minat terhadap kegiatan yang dulu disukai.
Mereka juga cenderung mengabaikan tanggung jawab pekerjaan atau keluarga demi mencari kesempatan untuk minum.
Selain itu, kecanduan alkohol dapat memengaruhi hubungan sosial karena sering kali menimbulkan konflik dengan orang-orang terdekat.
Beberapa orang bahkan mulai menyembunyikan kebiasaan minumnya dari keluarga karena merasa malu atau takut dikritik.
Tanda Fisik dan Gejala Kesehatan
Secara fisik, kecanduan alkohol dapat ditandai dengan gangguan tidur, gemetar saat tidak minum, serta sering merasa mual di pagi hari.
Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak hati, sistem saraf, dan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti sirosis.
Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera mencari bantuan profesional.
Pendampingan medis dan dukungan keluarga sangat penting dalam proses pemulihan agar kecanduan tidak semakin parah.
Nora Niswatun Choirina (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






