Sakau: Penyebab, Gejala, dan Pertolongan Pertama yang Perlu Diketahui

AKURAT.CO Sakau adalah kondisi fisik dan psikologis yang sangat menyiksa, terjadi saat seseorang berhenti atau mengurangi penggunaan zat adiktif seperti narkoba atau alkohol.
Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat membahayakan kesehatan dan memicu kambuhnya penggunaan zat.
Secara medis, sakau atau withdrawal syndrome merupakan reaksi tubuh dan pikiran ketika penggunaan zat adiktif yang telah berlangsung lama dihentikan atau dikurangi secara drastis.
Penyebab Sakau
Sakau terjadi karena beberapa faktor, di antaranya:
-
Penggunaan zat adiktif berulang dalam jangka panjang hingga tubuh membentuk toleransi.
-
Tubuh dan otak menjadi bergantung pada zat tersebut untuk dapat berfungsi “normal”.
-
Penghentian mendadak atau penurunan dosis secara drastis.
-
Jenis zat, lama penggunaan, serta kondisi kesehatan memengaruhi tingkat keparahan sakau.
Gejala Sakau
Baca Juga: Apa Peran Utama Uang dan Lembaga Keuangan dalam Sistem Perkonomian Masyarakat? Ini Penjelasannya!
1. Gejala Fisik
-
Keringat berlebih, menggigil
-
Tremor atau kejang
-
Nyeri otot atau badan terasa sakit
-
Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
-
Pupil membesar, kulit pucat
-
Gangguan pernapasan
2. Gejala Psikologis/Emosional
-
Dorongan kuat untuk menggunakan zat kembali (craving)
-
Emosi tidak stabil, mudah marah atau depresi
-
Halusinasi atau delusi pada kasus zat tertentu
Mengapa Sakau Harus Ditangani dengan Cepat?
Sakau yang dibiarkan dapat memperburuk kondisi fisik, seperti dehidrasi, gangguan jantung, hingga kejang.
Dari sisi psikologis, sakau juga meningkatkan risiko kambuh dan kembali menggunakan zat. Penanganan cepat dan tepat membantu mempercepat pemulihan dan menurunkan risiko komplikasi.
Pertolongan Pertama bagi Orang yang Mengalami Sakau
-
Buat suasana tenang dan aman
-
Pindahkan ke ruangan dengan kondisi nyaman
-
Pastikan asupan cairan dan makanan cukup
-
Jauhkan dari akses zat adiktif
-
Beri distraksi melalui aktivitas ringan
-
Jika gejala berat, segera hubungi tenaga medis atau bawa ke fasilitas kesehatan
-
Dampingi dan berikan dukungan emosional
Pemulihan Jangka Panjang
Baca Juga: Bank Artha Graha Sosialisasikan Kredit Program Perumahan untuk Perkuat UMKM dan Properti
-
Setelah pertolongan awal, proses pemulihan membutuhkan detoksifikasi, stabilisasi, serta pendampingan agar tidak kembali memakai.
-
Terapi psikologis, konseling, dan rehabilitasi resmi sangat dianjurkan untuk membantu pemulihan menyeluruh.
-
Dukungan keluarga dan lingkungan terdekat menjadi faktor penting dalam mencegah kekambuhan.
Sakau bukan sekadar “keinginan” untuk memakai zat kembali, melainkan respons serius tubuh dan pikiran terhadap ketergantungan.
Dengan mengenali gejalanya, memberikan pertolongan pertama yang tepat, dan memberikan dukungan jangka panjang, peluang seseorang untuk pulih dan kembali menjalani hidup sehat akan jauh lebih besar.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









