Cara Mengendalikan Sugar Craving: Strategi Jitu agar Tidak Ketagihan Gula

AKURAT.CO Keinginan konsumsi makanan manis secara berlebihan biasa dikenal sebagai sugar craving tidak hanya sekadar kebiasaan.
Jika dibiarkan, dorongan makan manis dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes dan gangguan kesehatan lainnya.
Untungnya, ada strategi sederhana seperti mengubah pola tidur, mengelola stres hingga melakukan olahraga ringan.
Sugar craving merupakan dorongan kuat untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis meskipun tidak benar-benar lapar.
Beberapa faktor pemicunya yaitu:
1. Kurang tidur menyebabkan hormon ghrelin meningkat yang mendorong nafsu makan manis.
2. Saat stres, banyak orang mencari "comfort food" manis untuk menenangkan diri.
3. Tubuh bisa memberi sinyal craving karena butuh energi atau mikronutrien.
4. Konsumsi gula rutin bisa membuat otak "terprogram" untuk selalu menginginkannya.
Dampak jika Sugar Craving Tidak Dikendalikan
1. Obesitas dan kenaikan berat badan karena kalori ekstra dari gula bisa langsung tersimpan sebagai lemak.
2. Risiko diabetes.
3. Gangguan gigi.
4. Kesehatan mental.
Cara Mengatasi Sugar Craving
1. Kurangi konsumsi gula secara bertahap.
2. Pilih alternatif manis yang lebih sehat seperti buah-buahan segar dengan manis alami, kaya serat dan nutrisi.
3. Meningkatkan asupan serat dan protein seperti sayur, buah, kacang yang dapat membuat kenyang lebih lama sehingga mengurangi dorongan makan manis.
4. Makan teratur setiap 3-5 jam dengan porsi seimbang.
5. Tidur cukup dan berkualitas.
6. Kelola stres dengan baik lewat teknis relaksasi seperti meditasi, stretching, yoga atau jalan santai untuk meredakan stres.
7. Lakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau olahraga ringan.
8. Konsumsi vitamin dan mineral yang cukup.
Tips Tambahan
1. Membawa air minum setiap saat.
2. Terapkan aturan "tunggu 10 menit" sampai dorongan itu reda.
3. Catat pola craving akan membantu mengenali pemicu dan mencari solusi jangka panjang.
Sugar craving memang bisa menggoda tetapi bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Dengan strategi yang realistis dan konsisten, seperti tidur cukup, olahraga, mengatur pola makan dan memperbaiki manajemen stres.
Hindari solusi instan seperti "stop gula total" secara mendadak. Sebaiknya lakukan perubahan gaya hidup secara bertahap agar lebih tahan lama dan sehat.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








