Waspada! Ini Bahaya Fogging Nyamuk bagi Tubuh dan Lingkungan

AKURAT.CO Fogging sering dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti Demam Berdarah Dengue.
Namun di balik manfaatnya, paparan kabut insektisida dari fogging dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Fogging merupakan kegiatan pengasapan dengan menggunakan mesin yang menghasilkan kabut insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa, khususnya vektor penyakit seperti nyamuk aedes aegypti.
Tujuannya adalah untuk memutus rantai penularan penyakit nyamuk ketika sudah ditemukan kasus.
Baca Juga: Soroti Penanganan DBD di Jakarta, DPRD: Fogging Baru Dilakukan Jika Sudah Ada Korban
Dampak Fogging untuk Kesehatan
Dampak Langsung
- Mata perih, berair.
- Batuk-batuk, sesak napas.
- Iritasi kulit, rasa lemas.
- Sakit kepala, pusing.
Dampak Jangka Panjang
Keracunan insektisida disertai gejala penglihatan kabur, produksi air liur berlebih, mual/muntah, tekanan darah rendah, kejang.
Risiko untuk ibu hamil dan janin karena paparan bahan seperti malathion dikaitkan dengan kelainan gastrointestinal pada anak yang lahir dari ibu terpapar.
Lingkungan tercemar residu kimia dan nyamuk menjadi kebal terhadap insektisida karena fogging yang terlalu sering dilakukan.
Alasan Fogging Berpotensi Membahayakan
Kabut atau asap fogging mengandung insektisida jenis piretrin, permetrin, organofosfat atau malathion yang bersifat racun.
Paparan udara yang cukup lama, terutama di area tertutup berisiko terhirup secara signifikan.
Tidak semua orang memiliki kapasitas yang sama untuk metabolisme atau menahan paparan racun.
Lingkungan mungkin tercemar melalui sisa residu insektisida pada permukaan benda, air atau makanan saat pengasapan kurang aman.
Baca Juga: DBD Mengintai, PKB Banten Melakukan Fogging
Cara Meminimalisir Risiko Fogging
- Sebelum fogging - tutup rapat perabot, makanan, alat makan, dan bahan makanan di area yang akan disemprot.
- Saat dan setelah fogging - gunakan masker, buka jendela/lepas ventilasi, bilas tubuh serta pakaian jika terkena kabut/partikel.
- Fokus pencegahan - pastikan melakukan tindakan pemberantasan sarang nyamuk seperti menguras, menutup, dan memantau agar populasi nyamuk dan risiko penyakit bisa dikontrol lebih efektif.
- Hindari fogging secara berlebihan atau sembarangan.
Fogging memang berperan dalam upaya pengendalian penyakit seperti DBD. Namun, tindakan ini tentunya memiliki risiko bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Dengan memahami potensi dampak negatif, serta menerapkan langkah aman seperti menutup makanan, memakai masker, membuka ventilasi, dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk, maka dapat menjaga kesehatan keluarga sekaligus tetap berkontribusi pada pengendalian nyamuk.
Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







