Deby Vinski Kolaborasi Ortopedi, C-Arm & Stem Cell Angkat Indonesia di Era Precision Medicine, Guruh Soekarnoputra Ikut Nyoba!

AKURAT.CO, Dunia kedokteran Tanah Air kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam kancah internasional.
Melalui kolaborasi strategis antara Celltech Stem Cell Centre dan RSPPN Panglima Besar Soedirman, Indonesia kini menghadirkan terobosan medis mutakhir berupa terapi stem cell presisi yang terintegrasi dengan teknologi pemindaian C-Arm.
Inovasi ini dipimpin langsung oleh pakar stem cell dunia, Prof. dr. Deby Vinski, MSc, Ph.D, yang bersinergi dengan ahli ortopedi dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT.
Baca Juga: Jusuf Kalla Apresiasi Kiprah Global Deby Vinski, Gelar Lima Kongres Stem Cell Dunia 2026
Kehadiran kolaborasi ini menandai babak baru bagi Indonesia dalam memimpin era precision medicine atau kedokteran presisi di kawasan Asia.
Teknologi C-Arm: Akurasi Tinggi Tanpa Pembedahan
Salah satu keunggulan utama dari metode ini adalah penggunaan teknologi C-Arm fluoroscopy.
Alat canggih ini memungkinkan prosedur dilakukan secara minimal invasif atau tanpa operasi terbuka.
Dengan bantuan pencitraan real-time, tim dokter dapat memantau distribusi sel punca secara akurat langsung melalui layar monitor.
Beberapa keunggulan prosedur ini meliputi:
1. Akurasi Maksimal: Penempatan sel punca tepat pada sasaran yang membutuhkan regenerasi.
2. Minim Trauma: Risiko komplikasi lebih rendah karena tidak memerlukan sayatan besar.
3. Pemulihan Cepat: Pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu singkat dengan rasa sakit yang sangat minim.
Manfaat nyata dari teknologi ini dirasakan langsung oleh tokoh nasional, Guruh Sukarno Putra. Beliau menjalani prosedur Knee Rejuvenation serta program Men Vitality & Wellness.
Pasca-terapi, putra proklamator tersebut tampak semakin bugar dan mengakui kenyamanan selama proses tindakan berlangsung.
Prof. Deby Vinski, yang juga menjabat sebagai Presiden World Council of Stem Cell di Jenewa, Swiss, menekankan pentingnya ketepatan dalam intervensi biologis ini.
“Stem cell therapy bukan sekadar injeksi, melainkan intervensi biologis presisi. Dengan C-Arm, kita memastikan sel punca atau stem cell benar-benar mencapai area yang membutuhkan regenerasi,” ujar sosok yang dijuluki The Queen of Stem Cell tersebut.
Langkah inovatif yang dilakukan di Vinski Tower dan RSPPN ini bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan simbol transformasi sistem kesehatan nasional.
Dengan mengintegrasikan keahlian biologis dan teknologi ortopedi modern, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin baru dalam bidang regenerative medicine.
Baca Juga: Profesor Deby Vinski Pimpin Kongres Internasional Kedokteran Regeneratif di Roma, Italia
Kolaborasi ini membuktikan bahwa layanan kesehatan kelas dunia dengan teknologi tinggi kini telah tersedia di dalam negeri, sejalan dengan visi menuju kemandirian kesehatan berbasis inovasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






