Akurat
Pemprov Sumsel

Punya Visi Terbaik di Asia Tenggara, Klinik Artikular Canangkan Indonesia Bebas Nyeri 2030

Sultan Tanjung | 11 November 2023, 21:45 WIB
Punya Visi Terbaik di Asia Tenggara, Klinik Artikular Canangkan Indonesia Bebas Nyeri 2030

AKURAT.CO - Sering kali ditemukan kejadian kegawatan ortopedi (emergency orthopedics) yang memerlukan penanganan yang tepat.

Sayangnya, alih-alih mengunjungi ahli ortopedik, banyak orang yang memilih pengobatan nonmedis.

Misalnya, ketika patah tulang atau keseleo banyak orang yang memilih mengunjungi tukang pijat.

Padahal, mengurut bagian yang patah atau keseleo dapat merusak jaringan otot sehingga bagian cedera menjadi bengkak, semakin buruk, bahkan dapat menyebabkan catat.

Baca Juga: Kenapa Tangan Mudah Terasa Nyeri? Ini Penyebabnya

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dr. Alif Noeriyanto Rahman, Sp.OT, FIPM, FIPP, CIPS didukung oleh Anggota DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi menghadirkan sebuah Klinik Ortopedi bertajuk Klinik Artikular di bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Alif menjelaskan bahwa Klinik Artikular yang didirikannya ini menjadi contoh klinik ortopedi yang ideal.

“Center artikular ini adalah etalase kami, ini loh klinik nyeri yang ideal seperti ini,” ungkap Alif yang merupakan owner dan founder Klinik Artikular.

Alif menerangkan sebelumnya telah menginisiasi 14 Klinik di berbagai daerah di Indonesia namun masih berskala kecil.

“Klinik Artikular ini yang ke 15 dan terbesar, dan ini klinik yang ideal bukan hanya di Indonesia tapi di Asia Tenggara dengan jaringan internasional, anggota dewan, pemerintahan, FK UNPAD dan media massa kita bisa mencapai ini,” ungkap Alif dalam Soft Opening Klinik Artikular pada Sabtu, 11 November 2023.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Badan Pegal Setelah Berolahraga, Jangan Biarkan Nyeri Otot

Anggota DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi selaku Penasihat Klinik Artikular tersebut menceritakan kesediaanya mendukung Klinik Artikular usai menerima pengobatan dokter Alif yang berhasil menyembuhkannya.

“Saya sendiri menjadi saksi testimoni sebagai orang yang merasakan dari penyakit itu bisa tersembuhkan dalam waktu singkat dan cepat, ini yang saya di luar dugaan.” Ujar Sekjend PKS tersebut.

Dengan aktifitasnya yang padat sebagai wakil rakyat, Ia bersyukur bisa bertemu Dokter Alif pada saat umroh yang berlanjut hingga kini sehingga nyeri yang dialami bisa sembuh dengan cepat tanpa operasi.

“Subhanallah, ketemu Dokter Alif cuma dikasih anestasi sebentar terus dilihat penyakitnya apa, disedot tuh penyakit, disuntik lagi, clear, bebas bisa jalan (kembali),” ungkap Habib.

Baca Juga: Nyeri Lutut Bisa Bikin Lumpuh, Mari Kenali Gejalanya

Menanggapi kesaksian Habib, Dokter Alif pun menjelaskan bahwa nyeri adalah masalah yang sangat mendasar dialami manusia dan sangat perlu segera diatasi untuk melancarkan gerak kehidupan manusia.

“Nyeri adalah sixth sense atau indera keenam, dan orang bebas nyeri adalah hak asasi manusia, kemudian ketiga nyeri adalah alarm tubuh, ketika ada masalah alarm berbunyi dan cukup penting sekali karena karena hidup adalah gerak dan gerak adalah kehidupan,"

"Maka dari itu nama kita ada Artikular dari artikulasi kata sambung menyambung, artikular sendi adalah yang menggerakkan tubuh kita, dengan kita mengatasi masalah sendi kita dan kita menyembuhkan semuanya hati, perasaan, silaturahmi dari kajian kita yang tadi, Insya Allah Indonesia bisa bebas nyeri pada 2030 dengan Ridho Allah,” pungkasnya.

 

Ada enam pelayanan unggulan yang dimiliki oleh klinik artikular dan pertama di indonesia yang bertujuan untuk melayani penyakit dalam bidang orthopedi dan juga nyeri, pelayanan tersebut sebagai berikut :

1. Orthopaedy Care Center, 

2. Wound Care Center, 

3. Sport Massage Center, 

4. Joint Pain Center, 

5. Gammacore (NVNS) Pain Relief, 

6. Ozone Musculoskeletal Center.***

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.