Akurat
Pemprov Sumsel

Cara Mengatasi Tubuh Gemetar Setelah Berolahraga

Redaksi Akurat | 23 Maret 2026, 22:46 WIB
Cara Mengatasi Tubuh Gemetar Setelah Berolahraga
Tubur gemetar setelah berolahraga merupakan hal yang normal. (Ilustrasi/net)

AKURAT.CO Anda merasakan tangan atau kaki gemetar setelah berolahraga? Kondisi ini merupakan sinyal dari tubuh bahwa ada yang harus diperhatikan.

Mulai dari kelelahan otot hingga kadar gula darah rendah dan dehidrasi, berbagai faktor bisa menjadi penyebabnya.

Penyebab Gemetar Setelah Olahraga

Berikut ini merupakan beberapa penyebab gemetar saat olahraga:

1. Kelelahan Otot dan Sinyal Saraf - Saat olahraga, sistem saraf pusat mengirim sinyal ke unit motorik untuk melakukan kontraksi otot.

Jika terlalu memaksakan otot atau melakukan aktivitas berulang dalam waktu lama, unit motorik bisa mulai "terlambat" merespons, yang menyebabkan otot mengalami kontraksi dan relaksasi cepat berupa gemetar.

2. Menahan Posisi dalam Waktu Lama atau Angkat Beban Berat - Gemetar terjadi saat otot dipaksa menahan beban atau posisi tertentu dalam waktu lama karena unit motorik bekerja ekstra untuk mempertahankan posisi tersebut.

3. Kadar Gula Darah Rendah - Otot membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar. Glukosa dapat habis dan memicu gemetar jika berolahraga dengan intensitas tinggi atau kondisi perut kosong.

4. Dehidrasi dan Ketidakseimbangan Elektrolit - Fungsi saraf dan otot dapat terganggu saat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat.

5. Faktor Lainnya - Mengkonsumsi kafein berlebihan sebelum olahraga, kurang tidur, dan kurang pemanasan yang memperburuk kondisi gemetar.

Dampak Gemetar Setelah Olahraga

1. Gemetar yang muncul sesekali setelah olahraga ringan biasanya tidak berbahaya.

2. Gemetar yang muncul sangat sering setelah olahraga disertai gejala lain seperti lemas ekstrem, mati rasa, atau gangguan saraf menjadi pertanda kondisi medis yang lebih serius.

3. Gemetar mengganggu kenyamanan, performa olahraga, dan pemulihan otot.

Cara Mengatasi dan Mencegah

1. Sebelum dan Saat Olahraga

● Melakukan pemanasan yang cukup sebelum memulai olahraga untuk mempersiapkan otot dan saraf.

● Memastikan makan ringan 1-3 jam sebelum olahraga agar tubuh memiliki cadangan glukosa.

● Minum air yang cukup dan asupan elektrolit, terutama jika olahraga saat kondisi panas atau intens.

● Hindari konsumsi kafein berlebihan atau suplemen stimulan tepat sebelum olahraga.

2. Setelah Olahraga

● Melakukan pendinginan dengan gerakan ringan dan peregangan agar otot bisa beralih dari aktivitas berat ke istirahat dengan mulus.

● Mengkonsumsi makanan atau camilan yang mengandung karbohidrat dan protein untuk mengisi kembali glukosa serta membantu pemulihan otot.

● Minum air yang cukup, jika berkeringat banyak pertimbangkan cairan yang mengandung elektrolit.

● Memastikan tidur dan istirahat cukup.

3. Waktu untuk Konsultasi ke Medis

Jika mengalami tanda-tanda berikut ini, segera konsultasikan dengan tenaga medis:

● Saat gemetar terjadi terus menerus atau semakin parah.

● Muncul gejala lain seperti mati rasa, kelemahan yang signifikan, gangguan gerak, perubahan kesadaran.

● Gemetar muncul tanpa kaitan jelas dengan olahraga atau faktor kelelahan biasa.

Gemetar pada tangan atau kaki setelah olahraga merupakan hal yang normal karena tubuh bekerja keras, otot kelelahan atau kurang cairan/glukosa.

Namun, jangan abaikan jika gemetar terus terjadi, berlangsung lama, atau disertai gejala lain.

Dengan melakukan pemanasan yang baik, memberi asupan nutrisi dan cairan yang tepat, pemulihan yang cukup, serta kesadaran terhadap tubuh, olahraga akan menjadi aktivitas yang aman dan menyenangkan.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK