Kenapa Air Sumur Berwarna Kuning dan Bau? Begini Cara Mengatasinya agar Kembali Jernih

AKURAT.CO Air sumur di rumah sering berubah menjadi berwarna kuning atau mengeluarkan bau tak sedap? Hal itu terjadi karena itu menjadi pertanda bahwa sistem air di rumah kita mengalami gangguan.
Air sumur biasanya menjadi sumber utama di perkotaan maupun perkampungan. Namun, ketika air sumur tidak lagi jernih, berbau atau berwarna kuning, tidak lagi sekadar estetika, melainkan potensi risiko bagi kesehatan dan kenyamanan.
Penyebab Air Sumur Berwarna Kuning dan Berbau
Kandungan Zat Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Tinggi - Zat besi terlarut di udara mengalami oksidasi membuat air yang awalnya jernih berubah menjadi kuning kecoklatan atau bahkan kemerahan. Mangan juga dapat menimbulkan endapan gelap.
Gas Hidrogen Sulfida (H₂S) dan Bakteri Sulfur - Gas H₂S yang dihasilkan dari pembusukan bahan organik di bawah tanah akan menyebabkan air berbau telur busuk. Bakteri sulfur membantu H₂S untuk membuat pipa tersumbat dengan lendir serta muncul korosi logam.
Korosi Pipa, Sumur Dangkal atau Konstruksi Sumur Kurang Baik - Sumur yang terlalu dangkal atau dinding sumur yang tidak terlindungi akan memungkinkan sumber air terkontaminasi dari permukaan tanah. Pipa yang berkarat bisa melepaskan partikel ke dalam air.
Bahan Organik atau Tanin yang Masuk ke Air Tanah - Sisa tanaman yang membusuk, akar pohon, atau humus dari lapisan permukaan tanah menyebabkan air berwarna kekuningan atau kecoklatan tanpa bau besi yang kuat.
Kondisi Lingkungan atau Aktivitas Manusia - Hujan lebat, perubahan musim, penggalian di sekitar sumur, atau septic tank yang terlalu dekat dengan sumur dapat menyebabkan kualitas air tanah buruk.
Dampak Negatif bagi Pengguna
Warna kuning dan bau tak sedap membuat air terlihat tidak layak digunakan untuk keperluan rumah tangga. Endapan logam menimbulkan noda pada pakaian, wastafel, dan peralatan rumah tangga.
Penggunaan air yang tercemar secara terus menerus akan menimbulkan masalah kesehatan ringan seperti mual atau gangguan pencernaan.
Sistem pipa dan pompa lebih cepat rusak akibat korosi atau endapan, sehingga biaya pemeliharaan meningkat.
Cara Mengatasi dan Mencegah
Langkah Pemeliharaan dan Perbaikan Sumur
Membersihkan dinding sumur dan permukaan struktur sumur dengan menggunakan larutan klorin/desinfektan.
Memperdalam sumur atau lapisi dinding sumur dengan beton.
Memastikan tutup sumur dengan rapat dan menjaga saluran permukaan, hindari bahan organik atau limbah masuk ke sumur.
Mengganti atau membersihkan pipa yang sudah berkarat.
Membuat sumur baru di lokasi yang lebih aman (jika perlu).
Langkah Penyaringan dan Pengolahan Air
Menggunakan filter pasir silika atau media penyaring logam untuk membantu menyaring partikel padat yang muncul dari oksidasi logam.
Menggunakan filter khusus logam seperti mangan/ion removal.
Desinfeksi atau penggunaan kaporit untuk menghilangkan bau atau bakteri penyebab bau tak sedap.
Mengendapkan air sebelum digunakan.
Cara Mencegah
Cek kondisi kedalaman sumur, dinding sumur, tutup sumur, dan pipa pemasukan minimal setiap tahun.
Lakukan tes air secara berkala untuk kandungan besi, mangan pH, dan bakteri.
Hindari aktivitas limbah atau penggalian terlalu dekat dengan sumur.
Pastikan saluran air permukaan tidak langsung mengarah ke sumur.
Masalah air sumur berwarna kuning dan bau tidak hanya sekadar ketidaknyamanan visual atau aroma, namun menjadi sinyal bahwa kualitas air telah terganggu dan harus segera ditangani.
Dengan memahami penyebab seperti tingginya kadar besi/mangan, keberadaan bakteri sulfur, konstruksi sumur yang kurang baik, serta faktor lingkungan, kita menjadi memiliki banyak pilihan pengelolaan.
Dengan tindakan yang tepat dan penyuluhan rutin, air sumur berwarna kuning dan bau bisa kembali layak guna dan aman bagi keluarga.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





