Jenis-jenis Denda BPJS Kesehatan yang Perlu Diketahui Peserta

AKURAT.CO BPJS Kesehatan memiliki ketentuan terkait denda untuk mendorong peserta tetap disiplin dalam membayar iuran.
Denda umumnya muncul bukan saat menunggak, melainkan ketika peserta menggunakan layanan tertentu setelah status kepesertaan sempat tidak aktif.
Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis denda dalam BPJS Kesehatan.
1. Tidak Ada Denda Saat Menunggak, Tapi Wajib Melunasi
Ketika peserta terlambat membayar iuran, status kepesertaan akan dinonaktifkan sementara. Pada kondisi ini, peserta tidak dikenakan denda keterlambatan bulanan.
Namun, peserta tetap wajib melunasi seluruh tunggakan iuran agar status kepesertaan bisa aktif kembali dan layanan kesehatan dapat digunakan.
2. Denda Layanan Saat Rawat Inap
Denda akan dikenakan jika peserta:
Pernah menunggak iuran
Telah mengaktifkan kembali kepesertaan
Menggunakan layanan rawat inap dalam waktu 45 hari setelah aktif kembali
Dalam kondisi tersebut, peserta akan dikenakan denda layanan rawat inap.
Rumus perhitungan denda:
5% × biaya rawat inap × jumlah bulan tunggakan (maksimal 12 bulan)
3. Batas Maksimal Denda
Untuk mencegah beban biaya yang terlalu besar, BPJS Kesehatan menetapkan batas maksimal denda.
Baca Juga: Cara Tambal Gigi Pakai BPJS Kesehatan, Gratis Asal Ikuti Prosedur
Maksimal denda: Rp30.000.000 per kejadian rawat inap
Dengan demikian, meskipun hasil perhitungan melebihi batas tersebut, peserta hanya diwajibkan membayar hingga batas maksimal yang ditentukan.
Kesimpulan
Denda BPJS Kesehatan tidak dikenakan saat peserta menunggak iuran.
Denda baru berlaku ketika peserta menggunakan layanan rawat inap dalam waktu tertentu setelah kepesertaan diaktifkan kembali.
Aturan ini dibuat untuk menjaga keberlanjutan sistem layanan kesehatan sekaligus mendorong peserta agar tetap disiplin dalam membayar iuran.
Laporan: Marshal Halim/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







