Akurat Logo

Cedera Olahraga Meningkat di Usia Produktif, Layanan Ortopedi Terintegrasi Jadi Kunci Penanganan

Winna Wandayani | 4 April 2026, 17:15 WIB
Cedera Olahraga Meningkat di Usia Produktif, Layanan Ortopedi Terintegrasi Jadi Kunci Penanganan
Cedera Olahraga Meningkat di Usia Produktif, Layanan Ortopedi Terintegrasi Jadi Kunci Penanganan (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Tren gaya hidup aktif di Indonesia mendorong peningkatan cedera olahraga dan gangguan muskuloskeletal, terutama pada usia produktif. Cedera ligamen mencapai 41,1 persen, mayoritas terjadi di kaki dan lutut serta dialami kelompok usia muda.

Kondisi ini menjadi perhatian karena banyak cedera tidak ditangani sejak awal. Akibatnya, risiko berkembang menjadi cedera kronis yang berdampak pada mobilitas dan kualitas hidup semakin besar.

Dalam lima tahun terakhir, Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center (PSCOC) di Primaya Hospital Bekasi Timur telah menangani lebih dari 2.600 tindakan medis. Kasusnya meliputi cedera olahraga, gangguan tulang belakang, bedah mikro tangan, hingga trauma kompleks dan ortopedi umum.

Layanan ini juga digunakan sejumlah organisasi olahraga seperti Bogor LavAni, PBSI Jakarta Selatan, PBVSI dan KONI Kota Bekasi. Penanganannya tidak hanya saat cedera, tetapi juga mencakup dukungan medis dalam berbagai kompetisi.

"PSCOC mengadopsi inovasi teknologi terkini, salah satunya Cyberdine HAL, teknologi exoskeleton robotic yang mendukung rehabilitasi dan membantu mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien," ujar dr. Meizar Rizaldi selaku Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, layanan ini juga mengembangkan Orthobiological Center. Pusat ini menghadirkan terapi berbasis PRP, secretome dan stem cell secara terintegrasi dari diagnosis hingga rehabilitasi.

Pendekatan penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan tindakan operatif dan non-operatif. Fasilitasnya mencakup fisioterapi konvensional dan robotik, serta BMD, X-Ray Long Length, R-Force Treadmill, terapi gelombang kejut dan laser intensitas tinggi.

"Banyak pasien, termasuk atlet, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akibat cedera, kini dapat kembali beraktivitas bahkan berkompetisi," jelas dr. Evan selaku Ketua Staf Medical Fungsional (SMF) Ortopedi serta Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menyebut pengembangan layanan ortopedi menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Ke depan, layanan akan diperluas melalui penambahan subspesialisasi dan adopsi teknologi medis.

Peningkatan cedera di usia produktif menegaskan pentingnya penanganan dini dan rehabilitasi terintegrasi. Tanpa penanganan tepat, cedera ringan berisiko berkembang menjadi masalah jangka panjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.