Apa Itu Gas Metana? Kenali Dampak dan Bahayanya bagi Lingkungan dan Kesehatan

AKURAT.CO Belakangan ini, kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia kembali menjadi sorotan. Bahkan, Kota Bekasi sempat disebut sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi udara terburuk atau paling beracun nomor dua di dunia berdasarkan data per Mei 2026.
Hal ini diakibatkan tingginya kandungan polutan di udara, termasuk gas metana yang dikaitkan dengan emisi sampah, limbah, dan aktivitas industri. Fenomena tersebut membuat banyak masyarakat mulai bertanya-tanya mengenai apa itu gas metana dan mengapa gas ini dianggap berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan.
Gas metana memang tidak terlihat oleh mata dan tidak memiliki warna, tetapi dampaknya terhadap bumi dan manusia sangat besar jika jumlahnya terus meningkat di atmosfer.
Apa Itu Gas Metana?
Gas metana adalah senyawa kimia dengan rumus CH4 yang terdiri atas satu atom karbon dan empat atom hidrogen. Metana merupakan komponen utama gas alam dan termasuk salah satu gas rumah kaca paling kuat di atmosfer bumi.
Baca Juga: Terobosan Baru Pemerintah Palm 5.0 Solusi Baru Kurangi Gas Metana
Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), gas metana menjadi penyebab sekitar sepertiga pemanasan global yang terjadi saat ini. Dalam periode 20 tahun setelah dilepaskan ke atmosfer, kekuatan metana dalam memerangkap panas bahkan lebih dari 80 kali dibandingkan karbon dioksida.
Gas ini sebenarnya dapat terbentuk secara alami maupun akibat aktivitas manusia. Namun, peningkatan emisi metana dalam beberapa dekade terakhir sebagian besar dipicu oleh kegiatan manusia.
Sumber Gas Metana
Gas metana berasal dari berbagai sumber, baik alami maupun buatan manusia. Berikut beberapa sumber utama gas metana.
Tempat pembuangan akhir sampah atau TPA
Limbah organik yang membusuk
Peternakan sapi dan hewan ternak lainnya
Industri minyak dan gas bumi
Pertambangan batu bara
Pengolahan limbah dan air kotor
Pembakaran sampah terbuka
Aktivitas pertanian dan rawa alami.
Di wilayah perkotaan, tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik menjadi salah satu penyumbang emisi metana terbesar. Ketika sampah organik membusuk tanpa oksigen, proses tersebut menghasilkan gas metana yang kemudian terlepas ke udara.
Dampak Gas Metana bagi Lingkungan
Gas metana memiliki dampak besar terhadap perubahan iklim dan kualitas udara. Berikut beberapa dampaknya.
1. Mempercepat Pemanasan Global
Metana termasuk gas rumah kaca yang sangat kuat. Gas ini mampu memerangkap panas di atmosfer sehingga suhu bumi meningkat lebih cepat. Menurut UNEP, metana menyumbang sekitar 30 persen kenaikan suhu global sejak era praindustri.
Baca Juga: Tabrakan KRL di Bekasi, Anggota DPR: Hak Korban dan Keluarga Wajib Dijamin Negara Sepenuhnya
2. Memicu Perubahan Iklim
Peningkatan suhu bumi akibat emisi metana dapat memicu cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, hingga gelombang panas yang semakin sering terjadi.
3. Menurunkan Kualitas Udara
Gas metana berkontribusi terhadap pembentukan ozon troposfer atau ozon permukaan tanah. Ozon jenis ini berbahaya bagi manusia karena dapat mencemari udara dan merusak ekosistem.
Bahaya Gas Metana bagi Kesehatan
Paparan gas metana dalam jumlah tinggi dapat mengganggu kesehatan manusia, terutama sistem pernapasan. Dalam kondisi tertentu, gas ini juga dapat mengurangi kadar oksigen di udara.
Beberapa dampak kesehatan akibat paparan metana antara lain sebagai berikut.
Sakit kepala
Mual dan muntah
Gangguan pernapasan
Pusing dan kehilangan konsentrasi
Gangguan penglihatan
Kehilangan kesadaran dalam paparan ekstrem.
Selain itu, peningkatan ozon troposfer akibat emisi metana juga dikaitkan dengan risiko penyakit paru-paru dan gangguan kardiovaskular. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut polusi udara menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan global.
Mengapa Gas Metana Perlu Dikurangi?
Para ilmuwan menilai pengurangan emisi metana menjadi salah satu langkah tercepat untuk memperlambat laju pemanasan global. Sebab, metana memiliki umur lebih pendek dibanding karbon dioksida, sehingga penurunan emisinya dapat memberikan dampak positif lebih cepat terhadap iklim bumi.
Baca Juga: Polisi Dalami Masalah Sistem Peringatan Dini dari Kasus Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Upaya yang bisa dilakukan antara lain mengurangi pembakaran sampah terbuka, memperbaiki pengelolaan limbah, meningkatkan sistem pengolahan sampah organik, serta mengurangi kebocoran gas dari industri energi.
Gas metana memang tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat nyata bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Karena itu, pengendalian emisi metana menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas udara sekaligus menekan risiko perubahan iklim yang semakin parah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









