Akurat Logo

Di Tengah Dinamika Industri, Produk Herbal Indonesia Mulai Perluas Pasar hingga Internasional

Siti Nur Azzura | 15 Mei 2026, 17:54 WIB
Di Tengah Dinamika Industri, Produk Herbal Indonesia Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
Perayaan 2nd Anniversary Sanga Sanga dengan tema 'Berjaya Bersama Sanga Sanga'.

AKURAT.CO Tren produk herbal dan wellness terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Pergeseran tren konsumen global yang mulai mengarah pada produk alami dan berbasis herbal, menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan industri kosmetik dan obat tradisional Indonesia.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Indonesia Wellness Festival 2025 menyebut nilai ekonomi industri wellness global telah mencapai sekitar USD7 triliun.

Namun di balik peluang tersebut, pelaku industri herbal nasional juga menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Mulai dari proses perizinan dan legalitas yang panjang, persaingan pasar yang semakin ketat, edukasi masyarakat, hingga tantangan menembus pasar internasional yang memiliki regulasi berbeda di setiap negara.

Baca Juga: Phytochemindo Resmikan Pabrik Herbal, Ekspor Tembus 16 Negara

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh banyak pelaku usaha lokal, termasuk Sanga Sanga. Brand herbal asal Bali yang tengah memperingati perayaan 2nd Anniversary Sanga Sanga bersama para mitra dan distributor dari berbagai daerah di Indonesia dengan tema 'Berjaya Bersama Sanga Sanga'.

Sanga Sanga lahir dari transformasi panjang racikan herbal karya Bambang Pranoto, yang telah dikenal masyarakat Indonesia selama lebih dari satu dekade.

Dalam proses pengembangannya, perusahaan menghadapi berbagai fase penyesuaian mulai dari pembaruan legalitas, perizinan BPOM dan Halal, penguatan distribusi, hingga edukasi ulang pasar terhadap identitas brand.

Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti, mengatakan bahwa membangun brand herbal di tengah dinamika industri saat ini membutuhkan konsistensi yang panjang, terutama untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

"Banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha herbal saat ini. Tidak hanya soal pasar, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas, memenuhi regulasi, membangun distribusi, serta terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Kami percaya proses itu harus dijalani secara bertahap dan konsisten," ujar Riva, Jumat (15/5/2026).

Di tengah proses tersebut, perusahaan mulai menunjukkan pertumbuhan pasar yang cukup positif. Selain memperluas jaringan distribusi nasional, produk Sanga Sanga juga telah memperoleh izin CPNP atau izin edar di Eropa, yang menandakan produk telah memenuhi regulasi kosmetik Uni Eropa.

Baca Juga: Kemenkes: Belum Ada Bukti Ilmiah Obat Herbal Bisa Sembuhkan TBC

Sanga Sanga juga mencatat langkah penting di level internasional melalui partisipasi sebagai delegasi Indonesia dalam forum WIPO (World Intellectual Property Organization) General Assembly 2025 di Jenewa, Swiss.

Kehadiran tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam membawa brand herbal Indonesia ke panggung global, sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual bagi karya dan inovasi anak bangsa.

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu contoh bagaimana produk herbal lokal mulai mencoba memperluas peluang di pasar internasional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.