Akurat Logo

Jangan Diam Saja! Begini Cara Siswa Membantu Teman yang Menjadi Korban Bullying di Sekolah

Redaksi Akurat | 24 Mei 2026, 13:49 WIB
Jangan Diam Saja! Begini Cara Siswa Membantu Teman yang Menjadi Korban Bullying di Sekolah
Dukungan dari teman dapat membuat korban bullying merasa aman. Foto: Ilustrasi/Cilacapkab.go.id/Freepik

AKURAT.CO Bullying atau perundungan di sekolah masih menjadi masalah serius yang dapat berdampak besar bagi korbannya.

Dampaknya tidak hanya berupa luka fisik tetapi juga meninggalkan trauma emosional yang mendalam.

Kondisi ini dapat memengaruhi kepercayaan diri, kesehatan mental, bahkan prestasi belajar korban.

Dalam situasi seperti ini, peran teman sebaya menjadi sangat penting. Dukungan kecil dari seorang teman dapat menjadi langkah besar untuk membantu korban merasa aman, dihargai, dan berani menghadapi keadaan.

Apa Itu Bullying?

Bullying adalah tindakan kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain secara berulang.

Bentuknya bisa berupa ejekan, penghinaan, ancaman, pemukulan, atau penyebaran gosip serta foto yang mempermalukan korban di depan umum.

Bullying tidak hanya terjadi secara langsung tetapi juga dapat terjadi di dunia maya - dikenal sebagai cyberbullying. Jenis perundungan ini dilakukan melalui media sosial, pesan singkat, atau platform digital lainnya.

Cyberbullying sering kali lebih sulit terdeteksi karena berlangsung secara tersembunyi dan tanpa kontak fisik langsung, namun dampaknya tetap sama menyakitkannya bagi korban.

Mengapa Teman Sebaya Harus Membantu Korban Bullying?

Teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap korban bullying. Banyak korban merasa takut atau malu untuk bercerita kepada guru atau orang tua tetapi lebih terbuka kepada teman.

Dukungan dari teman dapat membuat korban merasa aman, tidak sendirian, dan memiliki keberanian untuk melawan perlakuan tidak adil.

Selain itu, bantuan teman juga dapat mencegah bullying semakin parah. Tindakan kecil seperti mendengarkan dan mendampingi korban sudah bisa memberikan dampak besar bagi pemulihan mental mereka.

Cara Siswa Membantu Teman yang Menjadi Korban Bullying

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan siswa untuk membantu teman yang menjadi korban bullying:

1. Tunjukkan Empati dan Dengarkan

Langkah pertama untuk membantu teman yang menjadi korban bullying adalah dengan menunjukkan empati. Dekati temanmu dengan tenang dan tanyakan kabarnya. Dengarkan ceritanya tanpa menghakimi, karena sering kali korban merasa tidak berdaya dan menyalahkan diri sendiri.

Kehadiran teman yang peduli akan membuatnya merasa lebih aman dan tidak sendirian dalam menghadapi situasi sulit.

2. Jangan Diam Saat Melihat Bullying Terjadi

Saat melihat teman menjadi korban bullying, jangan hanya berdiam diri. Jika situasinya aman, tegurlah pelaku dengan cara sopan namun tegas untuk menunjukkan bahwa perilakunya tidak dapat diterima.

Namun bila kondisinya tidak memungkinkan, bantu korban menjauh dari tempat kejadian dan segera laporkan kepada guru, wali kelas, atau pihak sekolah yang berwenang. Langkah sederhana ini dapat mencegah perundungan berlanjut dan melindungi korban dari dampak yang lebih serius.

3. Bantu Korban untuk Melapor

Korban bullying sering merasa takut atau malu untuk melapor. Di sinilah peran teman menjadi penting. Dukung dan dampingi temanmu untuk melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau konselor sekolah.

Jika ia belum siap, kamu bisa membantu dengan menyampaikan informasi kepada pihak sekolah agar mereka dapat menindaklanjuti. Melapor bukan berarti mengadu, melainkan untuk melindungi korban dan mencegah kasus serupa terjadi lagi.

4. Bangkitkan Kembali Kepercayaan Diri

Bullying dapat membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri. Sebagai teman, kamu bisa membantu memulihkannya dengan mengajak korban melakukan hal-hal yang menyenangkan, seperti berolahraga, membaca, menonton film, atau mengikuti kegiatan positif di sekolah.

Beri semangat dan yakinkan bahwa dia berharga serta tidak pantas diperlakukan dengan buruk. Dukungan seperti ini bisa sangat berarti bagi proses pemulihan korban secara emosional.

5. Hindari Balas Dendam

Meskipun niatmu ingin membela teman yang menjadi korban, hindari membalas perbuatan pelaku dengan kekerasan. Tindakan balas dendam hanya akan memperkeruh keadaan dan bisa berakibat buruk bagi semua pihak.

Sebaliknya, pilihlah cara yang lebih bijak, seperti melapor dan mencari solusi melalui guru atau pihak berwenang di sekolah. Tindakan damai jauh lebih efektif untuk menghentikan bullying tanpa menimbulkan masalah baru.

6. Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Peduli

Perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Kamu bisa mengajak teman-teman untuk membuat komunitas anti-bullying di sekolah, mengadakan kampanye "Stop Bullying" atau membuat poster edukatif tentang pentingnya saling menghormati.

Dengan begitu, sekolah akan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua siswa.

Membantu teman yang menjadi korban bullying bukan sekadar soal keberanian, tetapi juga tentang empati dan kepedulian.

Langkah-langkah sederhana seperti mendengarkan, mendampingi, melapor, dan memberikan dukungan moral dapat memberikan dampak besar bagi korban.

Ingatlah, diam berarti ikut membiarkan bullying terus terjadi. Jadilah teman yang berani bertindak, peduli pada sesama, dan berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK