Akurat Logo

Siloam Hospitals Mampang Gelar Simposium Orthopaedi dan Operasi Langsung Perdana

Winna Wandayani | 8 Juni 2026, 20:42 WIB
Siloam Hospitals Mampang Gelar Simposium Orthopaedi dan Operasi Langsung Perdana
Siloam Hospitals Mampang Gelar Simposium Orthopaedi dan Operasi Langsung Perdana (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Siloam Hospitals Mampang untuk pertama kalinya menggelar Siloam Orthovolution 2026 di Jakarta. Acara bertema 'Transforming Orthopaedic Care Through Innovation' itu mempertemukan dokter orthopaedi, tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan di bidang muskuloskeletal.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta dan menghadirkan 14 pembicara dari dalam maupun luar negeri. Selain sesi ilmiah, acara juga menampilkan tiga operasi langsung (live surgery) dan sejumlah testimoni pasien yang pernah menjalani perawatan orthopaedi.

"Melalui Siloam Orthovolution 2026, kami ingin menghadirkan standar layanan orthopaedi yang semakin kuat melalui keunggulan klinis, inovasi teknologi dan kolaborasi multidisiplin," ujar David Utama selaku Presiden Direktur Siloam International Hospitals, saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, layanan orthopaedi terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi dan pendekatan medis yang terintegrasi. Kolaborasi lintas disiplin juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien.

"Kami ingin masyarakat semakin mengenal Siloam Hospitals Mampang sebagai rumah sakit premium dengan layanan orthopaedi yang kuat, lengkap dan menyeluruh," kata Ratih Hadiwinoto selaku CEO Siloam Hospitals Mampang.

Dalam pengembangan layanan orthopaedi, rumah sakit ini menerapkan pendekatan terintegrasi mulai dari diagnosis hingga rehabilitasi. Penanganan pasien dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan dokter orthopaedi, rehabilitasi medik, radiologi, anestesi, perawat dan fisioterapis.6

"Melalui Siloam Orthovolution 2026, kami ingin membangun ruang pembelajaran yang ilmiah dan aplikatif, agar inovasi dalam teknologi, teknik operasi dan pemulihan pasien dapat diterapkan secara tepat," jelas Prof. Andri selaku Founder Siloam Hospitals Mampang.

Sementara itu, dr. Henry Suhendra menilai penanganan orthopaedi tidak selalu berakhir pada tindakan operasi. Menurutnya, terapi konservatif, rehabilitasi terarah dan pemantauan berkelanjutan juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan pasien.

Dalam acara tersebut turut dibagikan pengalaman sejumlah pasien yang menjalani penggantian sendi lutut atau Total Knee Replacement (TKR). Salah satunya adalah Iskandar Abubakar yang mengaku kembali lebih leluasa beraktivitas setelah menjalani proses perawatan dan rehabilitasi.

"Yang paling berarti bagi saya adalah merasa didampingi, bukan hanya saat tindakan, tetapi juga dalam proses untuk bisa kembali bergerak dan beraktivitas dengan lebih baik," pungkas Iskandar.

Pengalaman serupa juga disampaikan Vera yang menjalani penggantian sendi lutut pada kedua kaki. Tiga bulan setelah operasi, ia mengaku telah kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan mengikuti kompetisi olahraga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.