Kasus Diabetes Naik, Masyarakat Diminta Waspadai Peredaran Produk Herbal Palsu

AKURAT.CO Meningkatnya jumlah penyandang diabetes di Indonesia ikut mendorong permintaan produk herbal. Kondisi ini juga meningkatkan risiko beredarnya produk palsu yang dapat membahayakan kesehatan.
Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2024, Indonesia memiliki sekitar 20,4 juta penyandang diabetes atau setara 11,3 persen populasi orang dewasa. Jumlah itu menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia dan diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta kasus pada 2045.
Direktur PT Hollis Media Bariklana, Akhmad Rois, mengimbau masyarakat lebih teliti memilih produk herbal yang memiliki izin edar. Menurutnya, edukasi penting untuk mengurangi risiko penggunaan produk yang tidak terjamin keamanannya.
"Di tengah krisis diabetes nasional, justru muncul ancaman baru berupa maraknya produk herbal palsu. Ini sangat berbahaya karena diabetesi adalah kelompok yang sangat rentan terhadap komplikasi kesehatan," ujar Akhmad, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan penderita diabetes kerap menjadi sasaran produk palsu karena membutuhkan pengobatan jangka panjang. Padahal, produk yang tidak jelas asal-usulnya berpotensi mengandung bahan berbahaya atau gula tersembunyi yang dapat memperburuk kondisi pasien.
"Produk palsu bisa mengandung bahan berbahaya atau justru mengandung gula tersembunyi yang memperburuk kondisi diabetes. Lebih parah lagi, diabetesi yang sudah mengonsumsi obat medis bisa mengalami interaksi berbahaya seperti hipoglikemia," katanya.
Akhmad mengatakan dampak penggunaan produk palsu terkadang sulit dibedakan dengan komplikasi diabetes. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan legalitas produk herbal sebelum membelinya.
PT Hollis Media Bariklana juga mengimbau masyarakat memeriksa legalitas produk herbal, termasuk Srevot, sebelum membeli. Konsumen disarankan memverifikasi nomor izin edar BPOM dan membeli melalui penjual resmi atau reseller tepercaya.
"Verifikasi nomor BPOM di website resmi dan simpan bukti pembelian. Jangan tergiur harga murah yang justru bisa membahayakan kesehatan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








