Akurat Logo

Kasus Diabetes Naik, Masyarakat Diminta Waspadai Peredaran Produk Herbal Palsu

Winna Wandayani | 6 Juli 2026, 21:41 WIB
Kasus Diabetes Naik, Masyarakat Diminta Waspadai Peredaran Produk Herbal Palsu
Ilustrasi Diabetes (Pexels)

AKURAT.CO Meningkatnya jumlah penyandang diabetes di Indonesia ikut mendorong permintaan produk herbal. Kondisi ini juga meningkatkan risiko beredarnya produk palsu yang dapat membahayakan kesehatan.

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2024, Indonesia memiliki sekitar 20,4 juta penyandang diabetes atau setara 11,3 persen populasi orang dewasa. Jumlah itu menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia dan diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta kasus pada 2045.

Direktur PT Hollis Media Bariklana, Akhmad Rois, mengimbau masyarakat lebih teliti memilih produk herbal yang memiliki izin edar. Menurutnya, edukasi penting untuk mengurangi risiko penggunaan produk yang tidak terjamin keamanannya.

"Di tengah krisis diabetes nasional, justru muncul ancaman baru berupa maraknya produk herbal palsu. Ini sangat berbahaya karena diabetesi adalah kelompok yang sangat rentan terhadap komplikasi kesehatan," ujar Akhmad, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan penderita diabetes kerap menjadi sasaran produk palsu karena membutuhkan pengobatan jangka panjang. Padahal, produk yang tidak jelas asal-usulnya berpotensi mengandung bahan berbahaya atau gula tersembunyi yang dapat memperburuk kondisi pasien.

"Produk palsu bisa mengandung bahan berbahaya atau justru mengandung gula tersembunyi yang memperburuk kondisi diabetes. Lebih parah lagi, diabetesi yang sudah mengonsumsi obat medis bisa mengalami interaksi berbahaya seperti hipoglikemia," katanya.

Akhmad mengatakan dampak penggunaan produk palsu terkadang sulit dibedakan dengan komplikasi diabetes. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan legalitas produk herbal sebelum membelinya.

PT Hollis Media Bariklana juga mengimbau masyarakat memeriksa legalitas produk herbal, termasuk Srevot, sebelum membeli. Konsumen disarankan memverifikasi nomor izin edar BPOM dan membeli melalui penjual resmi atau reseller tepercaya.

"Verifikasi nomor BPOM di website resmi dan simpan bukti pembelian. Jangan tergiur harga murah yang justru bisa membahayakan kesehatan," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.