Jangan Salah Hitung, Ini Cara Menentukan Masa Subur agar Peluang Hamil Lebih Besar

AKURAT.CO Memahami masa subur menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pasangan untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Periode ini berkaitan dengan ovulasi, yakni saat ovarium melepaskan sel telur yang dapat dibuahi oleh sperma.
Waktu ovulasi tidak selalu sama pada setiap perempuan. Pada siklus menstruasi yang teratur, ovulasi umumnya terjadi sekitar 12-14 hari sebelum menstruasi berikutnya, bukan selalu pada hari ke-14 siklus.
Karena sperma dapat bertahan hidup selama beberapa hari di saluran reproduksi wanita, hubungan seksual pada beberapa hari sebelum ovulasi hingga sekitar hari ovulasi dapat memberikan peluang kehamilan yang lebih besar.
Berikut cara mengenali dan memperkirakan masa subur.
1. Pahami Siklus Menstruasi
Hari pertama menstruasi dihitung sebagai hari pertama siklus. Siklus berakhir sehari sebelum menstruasi berikutnya dimulai.
Ovulasi biasanya terjadi sekitar 12-14 hari sebelum menstruasi berikutnya pada perempuan dengan siklus yang relatif teratur.
Karena waktu ovulasi dapat berbeda, kalender menstruasi sebaiknya digunakan sebagai perkiraan, bukan patokan pasti.
2. Hitung Masa Subur Berdasarkan Siklus
Pada siklus 28 hari, misalnya, ovulasi dapat terjadi sekitar hari ke-14. Dengan memperhitungkan masa hidup sperma dan sel telur, periode sekitar lima hari sebelum ovulasi hingga satu hari setelahnya dapat dianggap sebagai jendela subur.
Jika hari pertama menstruasi jatuh pada tanggal 1 dan siklus berlangsung sekitar 28 hari, perkiraan masa subur berada di sekitar tanggal 9-15.
Namun, jika panjang siklus berubah-ubah, tanggal tersebut dapat bergeser.
3. Bagaimana Jika Siklus Tidak Teratur?
Perhitungan berdasarkan kalender menjadi kurang akurat jika siklus menstruasi tidak teratur.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mencatat siklus menstruasi selama beberapa bulan untuk mengetahui polanya.
Pengamatan tersebut kemudian dapat dikombinasikan dengan tanda-tanda ovulasi atau alat tes ovulasi.
Jika menstruasi sangat tidak teratur atau sulit menentukan masa ovulasi, konsultasi dengan dokter dapat membantu mengetahui penyebab dan metode pemantauan yang lebih sesuai.
4. Perhatikan Perubahan Lendir Serviks
Tubuh dapat memberikan tanda ketika mendekati ovulasi. Salah satunya adalah perubahan lendir serviks.
Menjelang ovulasi, lendir serviks biasanya menjadi lebih bening, licin, dan elastis, menyerupai putih telur mentah. Kondisi ini membantu sperma bergerak melalui saluran reproduksi.
Perubahan lendir serviks dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengenali masa subur, meski tidak dapat menentukan waktu ovulasi secara tepat pada setiap perempuan.
Baca Juga: MotoGP Inggris: Raul Fernandez Mendominasi, Aprilia Sapu Bersih Podium di Silverstone
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









